Guru sedang mengajarkan siswa di muka kelas, MI/Gino Hadi.
Guru sedang mengajarkan siswa di muka kelas, MI/Gino Hadi.

FSGI: Sudah Sewajarnya Tunjangan Guru Disisihkan untuk Pelatihan

Muhammad Syahrul Ramadhan • 14 April 2020 12:49
Jakarta: Wakil Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Satriwan Salim menyebut, sudah menjadi sebuah keniscayaan jika guru yang tersertifikat menyisihkan tunjangannya guna meningkatkan kompetensinya sendiri.  Termasuk menyisihkan sebagian Tunjangan Profesi Guru (TPG)-nya untuk membeli pulsa kuota internet demi kelancaran saat mengikuti pelatihan daring.
 
"Keniscayaan bagi yang sudah mendapatkan sertifikasi, Tunjangan Profesi Guru memang sudah sewajarnya uangnya disisihkan sebagian untuk membeli buku, bahan  bacaan, yang intinya meningkatkan kompetensi guru tersebut, ikut pelatihan dan seterusnya, itu keniscayaan mestinya," kata Satriwan kepada Medcom.id, di Jakarta, Selasa, 14 April 2020.
 
Selama ini, kata Satriwan, pemberian Tunjangan Profesi Guru dinilai belum berbanding lurus dengan peningkatan kompetensi guru.  Bahkan persoalan kualitas guru yang tak kunjung meningkat meski sudah mendapatan TPG ini sempat menjadi sorotan Menteri Keuangan, Sri Mulyani.

"Saya mengakui, ini menjadi autokritik bagi kami. Sri Mulyani misalnya pernah menyampaikan, TPG makin besar tapi kompetensi guru kita tidak malah naik. Ini kan autokritik, saya pikir tidak apa-apa untuk perbaikan guru, perbaikan kita, mau enggak guru-gurunya untuk  menyisihkan uangnya untuk mengikuti pelatihan," jelasnya.
 
Baca juga:  Kemendikbud Minta Tunjangan Guru Disisihkan Beli Kuota Internet
 
Sebaliknya, FSGI memberi catatan, bagi guru yang tidak mendapatkan tunjangan ini sebenarnya juga harus menjadi perhatian seperti honorer maupun kontrak. Sebab, gaji yang diterima untuk hidup saja juga masih sulit, apalagi harus menyisihkan untuk pelatihan.
 
"Sisi lain adalah tidak semua guru mendapatkan Tunjangan Profesi Guru sebagaimana nasib honorer yang belum dapat tunjangan, nasib guru kontrak atau guru-guru notabene belum mendapatkan TPG," ujarnya.
 
Sebelumnya diberitakan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meminta para guru agar menyisihkan sebagian TPG-nya untuk kebutuhan peningkatan kompetensi. Salah satunya dipergunakan untuk membeli pulsa data internet, agar dapat menunjang kelancaran berbagai pelatihan dan pendidikan (diklat) guru daring.
 
"Tunjangan guru tolong setelah korona ini selesai agar disisihkan untuk peningkatan kompetensi, untuk membeli pulsa ya. Saya kira enggak masalah ini, sebab melalui teknologi kita bisa komunikasi, tidak harus di ruangan," kata Plt. Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Kemendikbud, Supriano, saat mengikuti Konferensi Video "Diklat Daring Masif dan Terbuka (Didamba)", Senin, 13 April 2020.
 
Sebab menurut Supriano, sistem pelatihan guru ke depannya akan memperbanyak model diklat daring semacam Didamba. Didamba sendiri digelar dalam rangka peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan bidang IPA.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan