Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Dikti-Sainstek), Satryo Soemantri Brodjonegoro. DOK YouTube TVR Parlemen
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Dikti-Sainstek), Satryo Soemantri Brodjonegoro. DOK YouTube TVR Parlemen

Dampak Efesiensi, 663 Ribu Mahasiswa Berpotensi Tak Terima KIP Kuliah di 2025

Ilham Pratama Putra • 13 Februari 2025 16:32
Jakarta: Efisensi anggaran di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mengancam sejumlah program salah satunya Kartu Indonesia Pintar-Kuliah (KIP-K). Efisiensi dapat membuat pemangkasan anggaran KIP-K sebesar 9 persen dari pagu awal anggaran.
 
Pagu awal anggaran KIP-K sebesar Rp14,6 triliun. Efisiensi di kementerian dapat membuat anggaran KIP-K menyusut sebesar Rp1,3 triliun.
 
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro mengaku pihaknya akan mempertahankan pagu awal program KIP-K. Sehingga beasiswa untuk mahasiswa tak mampu itu dapat berjalan sebagaimana rencana awal.

"Kami usulkan kembali supaya tetap pada pagu semula, yaitu Rp14,6 triliun," ungkap Satryo dalam Raker Komisi X DPR RI dikutip Kamis, 13 Februari 2025.
 
Baca juga: Cara Cek Data DTKS Sudah Terdaftar atau Belum Agar Bisa Daftar KIP Kuliah 2025

Dalam dokumen paparannya, Satryo menekankan terdapat sejumlah dampak apabila efisiensi tetap dilakukan. Utamanya, terhadap mahasiswa KIP-K on going.
 
Sebanyak 663.821 dari 844.174 mahasiswa on going tidak dapat dibayarkan KIP-K nya pada tahun 2025. Ratusan ribu mahasiswa tersebut terancam putus kuliah.
 
Selain itu, pihaknya juga tidak bisa menerima mahasiswa baru KIP-K pada Tahun 2025. Meskipun, pendaftaran sudah dibuka pada 4 Februari 2025 dengan jumlah pendaftar 21.131 orang hingga 7 Februari 2025.
 
Hal ini membuat pemerintah gagal memutus rantai kemiskinan dengan ditiadakannya penerimaan KIP-K. Selain itu, juga dapat menurunkan akses penduduk dari kelompok ekonomi rendah ke pendidikan tinggi.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA