Pengelolaan Dana Desa

Vokasi UI Tingkatkan Kapasitas Aparat Sembilan Desa

Citra Larasati 25 Oktober 2018 19:27 WIB
Pendidikan Vokasi
Vokasi UI Tingkatkan Kapasitas Aparat Sembilan Desa
Dokumentasi UI
Depok:  Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI) memberikan pembekalan konsep dan dasar akuntansi, untuk pengelolan dana desa.  Pembekalan diberikan kepada sejumlah 
aparat dari sembilan desa, di Kecamatan Babelan, Bekasi, Jawa Barat.

Pembekalan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian Masyarakat Melek Akuntansi Desa Pendidikan Vokasi UI.  "Kami berupaya untuk membangun kompetensi aparat pada sembilan desa, agar mampu menggunakan dana desa secara produktif, dan bijak. Khususnya dalam tata kelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)," terang Heri Yuliyanto, Dosen Vokasi Komunikasi, di Laboratorium Akuntansi Program Pendidikan Vokasi UI, Kampus Depok, Kamis, 25 Oktober 2018.


Program yang bertajuk Melek Akuntansi Desa ini mencakup pembekalan konsep dan dasar akuntansi berdasarkan PP Nomor 71/2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan.  UI juga memberikan bimbingan teknis (bimtek) dan pelatihan kepada aparat desa.

"Bimtek berkaitan dengan tata kelola desa menuju Good Village Governance khususnya berkaitan dengan akutansi keuangan desa," kata Heri.

Baca: UI Naik Peringkat di World University Rankings 2019

Selain itu, kata Heri, para aparat desa mendapatkan sosialisasi prioritas penggunaan dan pengelolaan dana desa, dan pembekalan pelaporan Kuaangan Desa.

Heri yang juga menjabat sebagai Ketua Pengabdi menjelaskan, program ini melibatkan sembilan desa di Keluarahan Babelan yaitu Desa Bahagia, Kebalen, Babelan Kota, Kedung Pengawas, Kedung Jaya, Buna Bakti, Muara Bakti, Pantai Hurip, Hurip Jaya.

Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan ini diwakili oleh pamong/aparat desar, serta kepala desa sebagai penganggung jawab pengelolaan dana desa. "Sedangkan pembekalan dan bimibingan teknis, ditujukan agar mereka bisa mandiri melakukan pengelolaan anggaran desa di kemudian hari," ujar Heri.

Sementara itu, Arthaingan H. Mutiha, Ketua Program Studi Vokasi Akuntasi UI mengatakan, bahwa program ini diharapkan mendukung program pemerintah.  Terutama program yang menempatkan desa sebagai ujung tombak pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Melalui rangkaian program pelatihan ini, diharapkan aparat desa dapat maksimal dalam menggunakan dana desa.  Dapat membangun sarana dan prasarana bagi masyarakat” ujar Mutiha.

Mawardi Syamsi, Sekretaris Kelurahan Bahagia yang hadir sebagai salah satu peserta mengatakan, pelatihan ini memberikan wawasan baru.  Khususnya tentang Permendagri Nomor 20 Tahun 2018 tentang Perubahan Pengelolaan Keuangan Desa.

“Kami di Kelurahan bersiap menyongsong program pembangunan desa di 2019, sehingga rangkaian program ini sangat membantu kami. Banyak masukan dan pengetahuan baru, khususnya tentang perubahan pengelolaan keuangan desa," tutup Mawardi.



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id