LPTK <i>Over Supply</i> Calon Guru
Wisudawan Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Medcom.id/Citra Larasati.
Jakarta: Lembaga Pendidikan tenaga Kependidikan (LPTK) mengalami kelebihan lulusan sarjana pendidikan atau calon guru.  Setiap tahunnya, over supplylulusan LPTK tersebut mencapai 200 ribu orang setiap tahunnya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy meminta adanya pembenahan di LPTK.  "Kami meminta agar ada pembenahan di LPTK, karena yang terjadi saat ini adanya kelebihan lulusan (calon) guru atau over supply," kata Muhadjir usai memberikan pengarahan pada bimbingan teknis fungsional calon pengawas sekolah dan penguatan kompetensi pengawas sekolah di Jakarta, Senin, 15 Oktober 2018.

Seperti dikutip dari Antara, Mendikbud menyebutkan, angka kelebihan lulusan LPTK tersebut mencapai 200.000 orang setiap tahunnya. Menurut mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), kondisi ini mendorong perlu adanya jalan keluar atau solusi bersama untuk mengatasinya.

"Kami sudah menyampaikan ke Pak Menristekdikti (Mohammad Nasir), agar adanya pembenahan di LPTK. Kalau tidak maka akan semakin bertambah kelebihan lulusannya," jelas dia.

Baca: Pelatihan Tenaga Kependidikan Harus Masuki Era Digital

Mendikbud menyerahkan kebijakan yang akan diambil, pada Menristekdikti.  Sebelumnya, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) juga mengakui terjadinya kelebihan lulusan sarjana pendidikan. Salah satu solusinya adalah adanya mengerbitkan SK Menristekdikti tentang Kuota Pendidikan Profesi Guru.

LPTK merupakan lembaga yang mencetak para guru di Tanah Air. Jumlah LPTK sebanyak 421 yang terdiri LPTK negeri dan swasta. Dari jumlah tersebut, LPTK yang terakreditasi A hanya 18, sementara yang terakreditasi B sebanyak 81 LPTK.

(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id