Menristekdikti, Mohamad Nasir, Kemenristekdikti/Humas.
Menristekdikti, Mohamad Nasir, Kemenristekdikti/Humas.

Pemerintah Jamin Infrastruktur Dongkrak Jumlah Unicorn

Pendidikan Pendidikan Tinggi Revolusi Industri 4.0
Citra Larasati • 21 Februari 2019 10:44
Denpasar: Pemerintah menjamin ketersediaan infrastruktur untuk mendorong startup (perusahaan rintisan) menjadi unicorn. Setidaknya, ada empat startup yang saat ini telah menjadi unicorn di Indonesia, dan diharapkan jumlahnya terus bertambah.
 
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sangat fokus mendorong bidang ristek dan dikti dalam mengantisipasi revolusi industri 4.0. Salah satunya bagaimana membangun infrastruktur untuk memastikan lebih banyak lagi startup yang berkembang menjadi unicorn.
 
"Presiden Jokowi menanyakan kepada Pak Prabowo dalam debat, bagaimana membangun infrastruktur untuk mengembangkan startup menjadi unicorn? Infrastrukturnya kita jamin, karena kita menghadapi era disrupsi teknologi yang luar biasa," kata Nasir di sela-sela Rakerda LLDikti Wilayah VIII, di Hotel Grand Inna, Sanur, Bali, Rabu malam, 20 Februari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:Unicorn Diharapkan Jadi Percontohan bagi Startup
 
Unicorn dipakai untuk menyebut perusahaan rintisan yang memiliki nilai valuasi USD1 miliar ke atas. Saat ini, kata Nasir, ada 956 perusahaan rintisan yang tumbuh di Indonesia, dan empat startup di antaranya sudah berkembang menjadi unicorn.
 
Keempat unicorn tersebut adalah Go-Jek dengan kapitalisasi aset sebesar USD9 miliar atau setara Rp132 triliun, Tokopedia (USD7 miliar) atau setara Rp120 triliun, Traveloka (USD2,52), dan paling kecil Bukalapak dengan nilai valuasi USD1,8 miliar.
 
"Pertanyaannya mereka (pendiri) ini lahir di tahun berapa? 'Go-Jek' (Nadiem Makarim) itu kelahiran 1984, tapi sudah punya aset sebegitu besar. Tokopedia, William Tanuwijaya itu saya tanya sejak kapan membangun ini, ternyata baru sejak 2010. Anak muda luar biasa," terang Nasir.
 
Ketersediaan Infrastruktur
 
Terkait ketersediaan infrastruktur untuk mendorong startup menjadi unicorn, Nasir berkoordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga, khususnya Kementerian Kominfo dalam penyediaan jaringan internet. "Ini startup kan berbasis ICT (Information Communication Technology), jadi masalah internet adalah yang utama, maka jaringan terus dibangun. Salah satunya dengan Palapa Ring, menyambungkan antarpulau, agar menjadi satu jaringan dari barat (Aceh) hingga timur Indonesia (Papua)," ujar Nasir.
 
Baca:Prabowo Dianggap Tak Kekinian Gegara Unicorn
 
Dengan jaringan yang terhubung tersebut, maka akan mempermudah startup untuk tumbuh semakin subur, bahkan semakin besar potensi mencetak lebih banyak unicorn.
 
"Barat sudah selesai, tengah juga, sekarang timur bagaimana di Papua Barat, menyambung ke sorong, sekarang dari Sorong diharapkan bisa nyambung di Jayapura, masuk ke Timika, lalu Merauke sedang dikembangkan," papar mantan rektor terpilih Universitas Diponegoro (Undip) ini.
 
Selain infrastruktur TIK, pemerintah juga memastikam ketersediaan infrastruktur SDM. "SDM harus disebarluaskan ke seluruh Indonesia, pendidikan tinggi kita siapkan, bagaimana menyambungkan perguruan tinggi dengan industri," kata Nasir.
 
Untuk diketahui, Kemenristekdikti saat ini tengah membina 956 startup yang dibangun sejak 2015-2018. Tahun ini, akan ada tahap seleksi lagi 156 PPBT (Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi).
 
"Jadi target 1.000 startup di 2019 bisa tercapai," tegas Nasir.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif