ANT/Indrianto Eko Suwarso.
ANT/Indrianto Eko Suwarso.

Guru Sibuk Menyiapkan USBN, Pengisian PDSS Terhambat

Pendidikan SNMPTN/SBMPTN 2019
Citra Larasati • 23 Januari 2019 17:12
Jakarta: Masih rendahnya jumlah sekolah yang mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa sebagai bagian dari proses untuk mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) salah satunya disebabkan kesibukan para guru menyiapkan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) 2019.
 
Kepala Sekolah SMA Negeri 8 Kota Bandung, Suryana mengatakan saat ini guru-guru tengah sibuk mempersiapkan kisi-kisi soal untuk USBN yang akan digelar Maret 2019 mendatang. "Sekarang ini di sekolah, para guru sebagian besar sedang banyak kegiatan penulisan kisi-kisi USBN, sehingga secara tidak langsung pengisian PDSS kurang personel," kata Suryana kepada Medcom.id, di Jakarta, Rabu, 23 Januari 2019.
 
Kegiatan mempersiapkan USBN cukup menyita waktu dan perhatian para guru, terlebih lagi untuk memasukan nilai siswa ke PDSS juga membutuhkan konsentrasi dan ketelitian."Jangan sampai terjadi kesalahan saat input data ke PDSS, bahkan biasanya banyak guru dan operator komputer kami yang lembur untuk mengisi PDSS ini," ungkap Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Bandung ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:H-3 Penutupan, 11.297 Sekolah Belum Juga Isi PDSS
 
Untuk diketahui, mulai tahun ini pembuatan soal USBN dilakukan langsung oleh guru-guru di masing-masing sekolah yang dikoordinasikan melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). "Jadi guru-guru kami juga mengikuti pelatihan membuat soal melalui MGMP, bagaimana membuat soal higher order thinking skills (HOTS). Sebab tahun ini guru diminta membuat sendiri soal berstandar nasional untuk USBN, karena hanya 25 persen soal saja yang berasal dari pusat," kata Suryana.
 
Meski begitu, Suryana mengatakan, bahwa sekolah sebisa mungkin memenuhi tenggat waktu yang ditetapkan LTMPT yakni 25 Januari 2019. "Biasanya di hari terakhir akan meningkat jumlah sekolah yang mengisi PDSS," terang Suryana.
 
Berdasarkan data statistisk Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), jumlah siswa yang belum mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) per Selasa, 22 Januari 2019 mencapai 11.297 sekolah dari total 27.057 sekolah yang terdaftar di PDSS. Sementara jumlah sekolah yang sudah mengisi data baru 16.037 sekolah.
 
Dari data tersebut, jumlah sekolah yang sudah mendaftar baru 1.098 sekolah, sementara jumlah yang sudah melakukan finalisasi juga baru 4.769 sekolah. Padahal masa pengisian PDSS akan ditutup pada Jumat, 25 Januari 2019.
 
"Ini kebiasaan yang kurang baik, yaitu semua mengisi di akhir periode pendaftaran," kata Ketua Pelaksana Eksekutif LTMPT, Budi Prasetyo Widyobroto kepada Medcom.id, di Jakarta, Selasa, 22 Januari 2019.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif