Ilustrasi. Foto: MI/Galih Pradipta.
Ilustrasi. Foto: MI/Galih Pradipta.

SMK Nusa Persada Dinilai Berhasil Terapkan Kemitraan dengan Industri

Pendidikan Dunia Usaha Pendidikan Vokasi Vokasi SMK
Ilham Pratama Putra • 20 Desember 2021 15:39
Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus mendorong satuan pendidikan vokasi untuk melakukan inovasi. Salah satunya, melalui membangun kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
 
Dirjen Vokasi (Diksi) Kemendikbudristek, Wikan Sakarinto mengatakan kemitraan dengan industri adalah kunci dalam menyiapkan lulusan siap bersaing di industri global. Wikan pun memberi contoh kemitraan yang dibangun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Nusa Persada, Salatiga.
 
"SMK Nusa Persada ini melakukan kolaborasi dengan perusahaan D Tech Engineering menyelenggarakan proyek edukasi berkelanjutan atau sustainable education project," ujar Wikan dalam keterangannya, Senin, 20 Desember 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Melalui program ini, kata dia, siswa lulusan SMK dapat belajar melanjutkan studi D3. Sekaligus menjalankan usaha produksi mesin dengan industri mitra.  
 
“Seperti inilah yang saya inginkan. Saya ingin di kampus-kampus vokasi ada lokakarya atau workshop seperti ini, anak-anak betul-betul belajar dalam menjalankan bisnis,” ujarnya.
 
Yayasan Nusa Persada bersama dengan D Tech Engineering telah membina beberapa lulusan pendidikan vokasi untuk belajar sekaligus berkarya melalui program Sustainable Education Project. Menurut Wikan kerja sama seperti itu sangat menguntungkan kedua belah pihak.
 
“Ini adalah sebuah program yang sama-sama menguntungkan, di mana lulusan SMK belajar melanjutkan studi D3 sekaligus menjalankan usaha produksi mesin Computer Numerical Control dan suku cadang,” ucap Wikan.
 
Baca: Kurikulum Baru SMK Utamakan Perkuat Softskills
 
Dirjen Wikan mengaku bangga dan terkejut dengan adanya pengembangan teknologi yang dilakukan SMK Nusa Persada. Dia berharap banyak sekolah vokasi yang meniru langkah SMK Nusa Persada.
 
“Seharusnya politeknik-politeknik negeri di Indonesia seperti ini. Inilah yang dinamakan kemitraan yang positif, tahun depan saya akan coba menyesuaikan kembali program dana padanan, atau matching fund agar bisa digunakan untuk program semacam ini,” tambahnya.
 
Pendiri perusahaan D Tech Engineering, Arfian Fuadi menuturkan program ini sebagai salah satu cita-cita yang dibangun perusahaannya untuk dapat mengangkat semangat anak bangsa dalam menciptakan inovasi terbaru. Arfian menyampaikan setiap tahun perusahaannya melatih kurang lebih 500 orang yang terdiri dari guru serta peserta didik.
 
“Kami terbuka, saat ini ada 15 SMK yang kami latih dan masih ada lagi di luar ini,” tutur Arfian.
 
Sementara itu, Direktur Operasional Yayasan Nusa Persada, Sumiyanto menuturkan para lulusan SMK Nusa Persada kini sangat produktif. Bahkan ketika kuliah para lulusan SMK itu dapat membiayai kuliahnya melalui bisnis yang sedang dijalankan.
 
“Anak-anak di Akademi Teknik Wacana Manunggal ini kami sediakan mesin CNC, untuk kemudian mendesain produknya sendiri yang kemudian dijual. Mereka punya bidang market analysis, designer, operator dan pemasar yang akan menaruh produk di pasar daring (marketplace) untuk dijual, jadi mereka membiayai kuliahnya melalui bisnis yang mereka jalankan dan mendapat gaji,” imbuh Sumiyanto.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif