Ilustrasi sekolah. Medcom
Ilustrasi sekolah. Medcom

Menengok 4 Perubahan Penting dalam Kurikulum Merdeka

Renatha Swasty • 03 Oktober 2022 13:01
Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan Kurikulum Merdeka untuk pemulihan pembelajaran. Kurikulum Merdeka berbeda dengan kurikulum-kurikulum sebelumnya karena lebih sederhana dan mendalam memberikan kemerdekaan bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan serta menghadirkan sistem pembelajaran yang lebih relevan dan interaktif.
 
Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler beragam di mana konten lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Kurikulum ini dirancang untuk menciptakan kreativitas dan fleksibilitas bagi guru, menyesuaikan dengan kondisi satuan pendidikan.
 
Transformasi kurikulum ini membawa berbagai perubahan bagi kurikulum pendidikan di Indonesia ke depannya. Setidaknya ada empat arah perubahan kurikulum di Indonesia. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berikut penjelasannya dikutip dari laman Ditsmp Kemendikbud: 

1. Struktur kurikulum lebih fleksibel

Kurikulum terdahulu yang digunakan dalam skala nasional belum bisa memberikan fleksibilitas kepada guru, khususnya dalam hal jam pelajaran yang ditentukan dalam per minggu. Nantinya, arah perubahan kurikulum ini memberikan kebebasan bagi guru terkait jam pelajaran karena ditargetkan dipenuhi dalam satu tahun, bukan setiap minggu.

2. Fokus pada materi esensial

Tak sedikit peserta didik ataupun orang tua murid mengeluhkan padatnya materi pelajaran. Materi pelajaran yang terlalu padat membuat tidak cukup waktu melakukan pembelajaran mendalam dan sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik. Oleh karena itu, ke depannya pembelajaran akan difokuskan pada materi esensial.

3. Penggunaan beragam perangkat ajar

Materi pembelajaran yang tersedia kurang beragam sehingga guru kurang leluasa mengembangkan pembelajaran kontekstual. Untuk itu, kurikulum ke depannya akan memberikan keleluasaan bagi guru menggunakan berbagai perangkat ajar sesuai kebutuhan dan karakteristik peserta didik.

4. Pemanfaatan teknologi digital

Tak dapat dimungkiri, kurikulum terdahulu belum dapat memaksimalkan dan memanfaatkan teknologi digital berbasis aplikasi. Maka dari itu, diperlukan adanya aplikasi yang menyediakan berbagai referensi bagi guru untuk dapat terus mengembangkan praktik mengajar secara mandiri dan berbagi praktik baik. Salah satunya adalah Platform Merdeka Mengajar.
 
Nah itu dia arah perubahan kurikulum di Indonesia. Kurikulum Merdeka perlahan-lahan akan membawa perubahan bagi dunia pendidikan di Indonesia agar bisa terus melakukan perbaikan yang signifikan. Apakah Sobat Medcom sudah mencoba mengimplementasikan Kurikulum Merdeka? 
 
Baca juga: Kurikulum Merdeka Dinilai Mampu Jadi Komponen Hadapi Perubahan Zaman 

 
(REN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif