Sejumlah warga yang tergabung dari berbagai organisasi masyarakat Jawa Timur berunjuk rasa menolak kebangkitan PKI di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (13/8). Foto: Antara/Zabur Karuru.
Sejumlah warga yang tergabung dari berbagai organisasi masyarakat Jawa Timur berunjuk rasa menolak kebangkitan PKI di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (13/8). Foto: Antara/Zabur Karuru.

Peneliti LIPI: Kebangkitan PKI Omong Kosong

Pendidikan sejarah peringatan g 30 s pki isu g30s PKI
Ilham Pratama Putra • 25 September 2020 09:02
Jakarta: Peneliti senior bidang Sejarah dan Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Asvi Warman Adam mengatakan jika isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) maupun kebangkitan ideologi komunisme di Indonesia tidak mungkin terjadi. Menurut dia, masyarakat tidak perlu khawatir dengan isu tersebut.
 
"Itu kan omong kosong kan kebangkitan PKI. Karena itu organisasi ini sudah dilarang sejak 1966," kata Asvi kepada Medcom.id, Kamis, 24 September 2020.
 
Asvi mengatakan, banyak pendukung PKI sudah dibunuh. Kemudian, sepanjang masa Orde Baru, ada penelitian khusus (Litsus) yang telah mendata setiap orang yang terlibat, atau saudaranya terlibat, tidak boleh menjadi Pegawai Negeri Sipil Atau TNI juga Polri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi sangat mustahil dan tidak masuk akal kalau organisasi ini akan bangkit," tegasnya.
 
Menurutnya, orang-orang yang berbicara mengenai kebangkitan PKI itu memiliki kepentingan politik. Lagi pula, kata profesor riset bidang sejarah politik itu, ideologi komunis sudah tidak relevan di mata dunia untuk saat ini.
 
Baca:LIPI: Label PKI Harus Dilepaskan dari Peristiwa G30S
 
Paling penting saat ini, kata dia, bagaimana seluruh masyarakat bisa menjauhi pengaruh media sosial atas isu kebangkitan PKI tersebut. Pasalnya, yang beredar di media sosial hanyalah isu berulang yang dangkal tentang PKI dari orde baru.
 
"Yang beredar di medsos adalah ulangan yang dangkal dari versi Orba, penggalan postingan yang sangat elementer yang dulunya disebarkan pada masa orba dan diketahui secara luas pada masa pemerintahan Soeharto," ungkapnya.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif