Guru sedang mengajarkan siswa di muka kelas, MI/Gino Hadi.
Guru sedang mengajarkan siswa di muka kelas, MI/Gino Hadi.

Nadiem Akui Sejumlah Program Terdampak Refocusing Anggaran, Salah Satunya POP

Pendidikan Kebijakan pendidikan Biaya Pendidikan Anggaran Pendidikan Organisasi Penggerak
Citra Larasati • 24 Agustus 2021 08:45
Jakarta:  Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim menyebutkan, sejumlah program di kementeriannya terdampak refocusing atau realokasi anggaran.  Refocusing anggaran terjadi di segala lini pemerintahan, untuk mendorong penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi nasional.
 
Nadiem dalam siaran persnya menyebutkan, beberapa contoh program yang terdampak refocusing adalah Program Organisasi Penggerak (POP). Jumlah sasarannya tetap pada 20.438 orang, tapi anggarannya turun dari Rp320,4 miliar ke Rp209,4 miliar. 
 
Kemudian Program Guru Penggerak, sasarannya turun dari 36.769 menjadi 29.269 orang, dengan anggaran turun dari Rp689,68 miliar ke Rp551,85 miliar.  Kemudian program pendampingan guru Sekolah Penggerak sasarannya turun dari 61.000 ke 23.145 orang. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan anggaran turun dari Rp389,3 miliar ke Rp247,7 miliar, satuan pendidikan aman bencana sasarannya turun dari 1.530 lembaga ke 1.290 lembaga, dengan anggaran turun dari Rp152,1 miliar ke Rp115,9 miliar.
 
Serta target desa pemajuan kebudayaan berkurang dari 359 desa ke 270 desa, dengan anggaran yang juga berkurang dari Rp36,9 miliar ke Rp27 miliar.  Lebih lanjut Mendikbudristek menjelaskan bahwa refocusing anggaran di Kemendikbudristek telah melalui empat tahapan berdasarkan surat Menteri Keuangan.
 
Baca juga: Refocusing Anggaran, Nadiem Pangkas Anggaran Honor, Rapat dan Perjalanan Dinas
 
Pada tahap pertama, ada penyesuaian anggaran untuk bantuan kuota data internet sebesar Rp2,52 triliun yang dibiayai secara berbagi biaya Kemendikbudristek sebesar Rp500 miliar dan Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA-BUN) Rp2,02 triliun, tahap kedua, sebesar Rp271,58 miliar, tahap ketiga sebesar Rp2,157 triliun dan tahap keempat sebesar Rp1,181 triliun. 
 
Sebelumnya, Nadiem menjamin realokasi anggaran atau refocusing tidak berdampak pada program prioritas kemendikbudristek.   
 
“Refocusing APBN Kemendikbudristek berdampak pada pengurangan honor, anggaran rapat, perjalanan dinas, serta sasaran kegiatan. Tapi refocusing tidak berdampak pada prioritas utama Kemendikbudristek, yakni pembiayaan pendidikan yang sangat diperlukan di masa pandemi,” ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR, Senin, 23 Agustus 2021.

 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif