Materi latihan kali ini mencakup literasi, numerasi, sains, hingga pembelajaran mendalam, dan disusun dalam bentuk pilihan ganda. Sebelum membahas lebih lanjut soal-soalnya, yuk kenalan dulu dengan AKGTK dan tujuan pelaksanaannya dilansir dari laman mtsn2kotajambi.mdrsh.id, mtsmu2bakid.sch.id dan minorrahman.sch.id.
Apa Itu AKGTK?
Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (AKGTK) merupakan penilaian terhadap kompetensi guru madrasah, kepala madrasah, dan pengawas madrasah. Penilaian tersebut menjadi bagian dari penilaian kinerja guru (PKG), kepala madrasah, dan pengawas madrasah.Hasilnya dapat digunakan untuk pembinaan karier, kepangkatan, dan jabatan. Selain itu, hasil AKGTK memberikan informasi kepada guru, kepala madrasah, dan pengawas madrasah mengenai kompetensi yang mereka miliki.
Informasi tersebut dapat menjadi dasar untuk memprioritaskan upaya peningkatan kompetensi, baik secara mandiri maupun bersama-sama. Bagi madrasah, hasil AKGTK dapat membantu pengelola memetakan kompetensi guru.
Pemetaan itu kemudian dapat digunakan untuk menyusun rencana pengembangan sumber daya manusia sesuai dengan visi dan misi madrasah. Hasil AKGTK juga dapat dimanfaatkan peserta untuk mengikuti program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) guru madrasah.
Dengan begitu, hasil penilaian tidak hanya menjadi gambaran kemampuan, tetapi juga dapat mendukung upaya pengembangan kompetensi. Setelah mengenal AKGTK dan manfaatnya, sekarang saatnya masuk ke bagian latihan.
Ilustrasi. DOK Medcom
Soal-soal di bawah ini bisa digunakan guru kelas MI untuk mengasah kemampuan literasi, numerasi, sains, dan pembelajaran mendalam sebelum menghadapi asesmen. Berikut contoh soalnya.
10 Contoh Soal AKGTK 2026 Guru Kelas MI
1. Soal 1Seorang guru kelas rendah ingin mengajarkan kesadaran fonemik (phonemic awareness) sebagai dasar literasi. Aktivitas yang paling sesuai adalah ....
A. Meminta siswa langsung menulis karangan panjang.
B. Mengajak siswa memisahkan dan menggabungkan bunyi dalam kata sederhana, misalnya /b/-/u/-/k/-/u/ menjadi “buku”, melalui permainan bunyi yang menyenangkan.
C. Memberikan tes tata bahasa formal kepada siswa kelas 1.
D. Meminta siswa menghafal definisi fonem tanpa praktik.
2. Soal 2
Seorang siswa kesulitan memahami teks naratif meskipun sudah lancar membaca kata per kata (decoding). Diagnosis paling tepat dan tindak lanjutnya adalah ....
A. Siswa tersebut malas dan tidak perlu ditindaklanjuti.
B. Siswa mengalami kesenjangan antara kelancaran decoding dan pemahaman (comprehension). Guru perlu memberikan strategi pemahaman seperti memprediksi, merangkum, dan mengajukan pertanyaan saat membaca.
C. Siswa perlu diminta membaca lebih cepat tanpa strategi tambahan.
D. Siswa harus berhenti belajar literasi sepenuhnya.
3. Soal 3
Bu Aisyah membeli 3 lusin telur dengan harga Rp2.000 lebih murah per lusin dibanding harga normal Rp30.000. Berapa total uang yang harus ia bayar?
A. Rp84.000
B. Rp90.000
C. Rp88.000
D. Rp96.000
4. Soal 4
Seorang siswa menjawab 1/2 + 1/3 = 2/5. Miskonsepsi yang paling mendasari kesalahan ini dan tindak lanjut yang sebaiknya dilakukan guru adalah ....
A. Siswa tidak memahami sama sekali konsep pecahan, sehingga guru harus mengulang dari awal materi bilangan bulat.
B. Siswa menjumlahkan pembilang dan penyebut secara langsung tanpa menyamakan penyebut. Guru perlu menggunakan alat peraga konkret, misalnya potongan kertas, untuk membangun pemahaman penyamaan penyebut secara bermakna.
C. Kesalahan ini tidak penting untuk ditindaklanjuti.
D. Siswa seharusnya langsung diberi rumus tanpa penjelasan konsep.
5. Soal 5
Grafik batang menunjukkan jumlah infak siswa kelas 5 selama 4 minggu: Minggu 1 = Rp50.000, Minggu 2 = Rp70.000, Minggu 3 = Rp60.000, dan Minggu 4 = Rp80.000. Kesimpulan yang paling valid berdasarkan data tersebut adalah ....
A. Jumlah infak selalu meningkat setiap minggu tanpa pengecualian.
B. Terdapat tren peningkatan secara umum meskipun sempat menurun pada minggu ketiga, dengan total infak selama 4 minggu sebesar Rp260.000.
C. Infak tertinggi terjadi pada minggu pertama.
D. Data tersebut tidak dapat dijumlahkan.
6. Soal 6
Mengapa penting bagi guru kelas untuk membedakan antara “observasi” dan “inferensi” saat mengajarkan sains kepada siswa MI?
A. Karena keduanya adalah istilah yang sepenuhnya identik dan dapat dipertukarkan.
B. Karena observasi adalah fakta yang diamati langsung melalui panca indra, sedangkan inferensi adalah kesimpulan atau interpretasi berdasarkan observasi tersebut. Kerancuan keduanya dapat menyebabkan kesimpulan ilmiah yang tidak akurat.
C. Karena inferensi selalu lebih akurat daripada observasi.
D. Karena observasi hanya berlaku untuk pelajaran sains, bukan pelajaran lain.
7. Soal 7
Skenario manakah yang paling tepat menggambarkan penerapan mindful learning dalam pembelajaran tematik guru kelas?
A. Guru terburu-buru menyelesaikan tiga mata pelajaran sekaligus tanpa jeda refleksi.
B. Guru mengajak siswa berhenti sejenak di tengah pembelajaran untuk menyadari apa yang baru saja mereka pelajari dan bagaimana perasaan mereka terhadap materi tersebut, sebelum melanjutkan ke aktivitas berikutnya.
C. Guru hanya fokus menyelesaikan target kurikulum tanpa memperhatikan pemahaman siswa.
D. Guru melarang siswa mengajukan pertanyaan reflektif.
8. Soal 8
Dalam konteks kurikulum nasional yang mendorong pengurangan beban materi demi penguatan pemahaman mendalam, keputusan yang paling tepat diambil guru kelas saat menyusun rencana pembelajaran tematik adalah ....
A. Memaksakan seluruh capaian pembelajaran diajarkan secara dangkal dalam satu pertemuan agar semua topik “tercover”.
B. Memilih beberapa capaian pembelajaran kunci untuk didalami secara menyeluruh melalui proyek tematik lintas literasi-numerasi-sains, dibanding mengejar cakupan materi yang luas namun dangkal.
C. Mengabaikan capaian pembelajaran sama sekali.
D. Hanya berfokus pada satu mata pelajaran dan mengabaikan dua lainnya sepanjang semester.
9. Soal 9
Pernyataan yang paling akurat mengenai hubungan antara Deep Learning dan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dalam konteks kebijakan pendidikan Indonesia saat ini adalah ....
A. Istilah “Deep Learning” dalam kebijakan pendidikan Indonesia identik dan berasal dari konsep deep learning pada bidang AI/machine learning.
B. Meskipun menggunakan istilah yang sama, “Deep Learning” dalam konteks pendidikan Indonesia merujuk pada pendekatan pembelajaran mindful-meaningful-joyful, berbeda dari konsep teknis deep learning pada bidang kecerdasan buatan.
C. Deep Learning dalam pendidikan mengharuskan penggunaan perangkat AI di setiap pembelajaran.
D. Tidak ada definisi resmi mengenai istilah Deep Learning dalam kebijakan pendidikan Indonesia.
10. Soal 10
Umpan balik yang selaras dengan Kurikulum Cinta sebaiknya disampaikan seperti apa ketika siswa melakukan kesalahan dalam menjawab soal numerasi di depan kelas?
A. “Jawabanmu salah total, kamu memang tidak pandai matematika.”
B. “Terima kasih sudah berani mencoba menjawab. Mari kita telusuri bersama langkah mana yang bisa diperbaiki.”
C. Mendiamkan kesalahan tanpa memberikan tanggapan apa pun.
D. Membandingkan siswa tersebut secara terbuka dengan siswa lain yang menjawab benar.
Kunci Jawaban
Setelah mengerjakan seluruh soal, berikut kunci jawaban yang dapat digunakan untuk mengecek hasil latihan:- B
- B
- A
- B
- B
- B
- B
- B
- B
- B
Itulah 10 contoh soal AKGTK 2026 guru kelas MI beserta kunci jawabannya. Semoga bermanfaat dan selamat berlatih, Sobat Medcom!