Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Survei: Mayoritas Publik Ingin Subsidi Kuota Lanjut Hingga 2021

Pendidikan Kebijakan pendidikan Pembelajaran Daring Pendidikan Jarak Jauh Subsidi Kuota kuota internet untuk belajar online
Ilham Pratama Putra • 16 Oktober 2020 17:43
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah merancang bantuan subsidi kuota gratis untuk guru, siswa, dosen dan mahasiswa. Progam bantuan kuota internet tersebut sementara ini dijalankan hingga Desember 2020.
 
Ternyata, publik antusias dengan bantuan tersebut. Bahkan publik berharap bantuan kuota ini dapat dilanjutkan hingga tahun 2021.
 
Lembaga survei, Arus Survei Indonesia (ASI) menyebut keberlangsungan program hingga tahun depan itu dipengaruhi pandemi covid-19. Karena, pandemi juga diikuti oleh krisis ekonomi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pengeluaran kuota internet yang lebih besar bagi warga pendidikan jadi satu keniscayaan. Sebab, selama pandemi guru, siswa, dosen maupun mahasiswa membutuhkan kuota untuk Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) via daring.
 
Untuk itulah, subsidi kuota sangat dibutuhkan dan dinilai mampu meringankan beban ekonomi. Dalam survei ASI juga dapat dilihat jika 80,5 persen publik meminta program subsidi kuota dilanjutkan untuk pada 2021.
 
"Sebanyak 80,5 persen publik menilai program bantuan kuota internet perlu dilanjutkan di tahun 2021," kata Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia (ASI), Ali Rif'an dalam rilis hasil survei ASI 'Polemik dan Presepsi Publik Terhadap Bantuan Kuota Internet' Jumat, 16 Oktober 2020.
 
Baca:Survei ASI: 66% Warga Pendidikan Belum Terima Bantuan Kuota Internet
 
Meski begitu, ada 13,9 persen responden menyatakan program tersebut tidak perlu dilanjutkan. Sementara, yang tidak menjawab ada 5,6 persen. Dilanjutkan atau tidak program subsidi kuota dapat dilihat dari tingkat kepuasan publik. Dari hasil survei didapatkan hasil, hanya ada 10,1 persen warga pendidikan merasa sangat puas.
 
Sementara yang menyebut cukup puas dengan bantuan ini yakni sebesar 53,1 persen. Untuk yang kurang puas sebesar 25,4 persen, sangat tidak puas 6,7 persen dan tidak tahu atau tidak menjawab 4,7 persen.
 
Mereka yang tidak puas memiliki beberapa alasan. Mulai dari sinyal yang tidak stabil, akses internet terbatas hingga jumlah kuota yang minim.
 
Survei ini melibatkan 1.000 responden ini sangat mewakili jumlah populasi. Survei dilakukan di 34 provinsi dengan menggunakan teknik random sampling.Survei berlangsung dari tanggal 7 hingga 11 Oktober 2020.
 
Baca:Survei: 20% Masyarakat Tidak Tahu Ada Subsidi Kuota Internet
 
Margin of error dalam survei ini ialah 3,10 persen dan tingkat kepercayaannya 95 persen. Survei ini dilakukan dengan cara wawancara via telfon yang disertakan kuesioner. Survei dilakukan dalam total waktu 10 hari.
 
Kemendikbud menggelontorkan dana sebesar Rp7,2 trilun untuk bantuan kuota Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Bantuan pulsa ini bakal diberikan kepada pelajar, guru, mahasiswa, dan dosen mulai September selama empat bulan ke depan.
 
"Sebesar Rp7,2 triliun kami kerahkan untuk pulsa atau kuota bagi siswa, guru, mahasiswa dan dosen," kata Mendikbud Nadiem Makarim dalam rapat kerja Komisi X DPR RI secara virtual, Kamis 27 Agustus 2020.
 
Rincian bantuan pulsa dalam bentuk kuota ini diperuntukkan bagi siswa yakni sebesar 35 gigabyte per bulan, lalu guru 42 gigabyte per bulan. Sedangkan untuk mahasiswa dan dosen diberikan masing-masing 50 gigabyte per bulan.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif