Ilustrasi pembelajaran jarak jauh secara daring. Foto: Medcom.id
Ilustrasi pembelajaran jarak jauh secara daring. Foto: Medcom.id

Survei: 20% Masyarakat Tidak Tahu Ada Subsidi Kuota Internet

Pendidikan Virus Korona Pembelajaran Daring Subsidi Kuota
Ilham Pratama Putra • 16 Oktober 2020 17:06
Jakarta: Sejak September 2020 lalu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menyalurkan bantuan kuota internet kepada guru, siswa, dosen, dan mahasiswa. Namun ternyata, hingga saat ini masih ada warga pendidikan yang tidak mengetahui adanya bantuan kuota internet tersebut.
 
Menurut Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia (ASI), Ali Rif'an, hal ini sangat disayangkan. Sebab bantuan kuota internet tentu menjadi suplemen di saat warga pendidikan harus menjalani Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara daring.
 
Pihaknya telah melakukan survei terhadap 1.000 orang. Dari seribu responden itu, masih ada 20 persen orang yang tidak tahu adanya subsidi kuota internet dari Kemendikbud.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Apakah tahu ada bantuan kuota internet gratis dari Kemendikbud? 20,0 persen menjawab tida tahu. Dan ada 1,1 persen yang tidak bisa menjawab," ujar Ali dalam rilis hasil survei ASI "Polemik dan Presepsi Publik Terhadap Bantuan Kuota Internet" Jumat, 16 Oktober 2020.
 
Sisanya, yang mengetahui adanya bantuan ialah 78,9 persen. Menurutnya sosialisasi terkait bantuan ini harus dimaksimalkan.
 
Baca juga:Kesenjangan Inovasi Perguruan Tinggi dengan Industri Sangat Lebar
 
Sebab dari hasil survei pendidikan itu juga ditemukan, orang yang mendapat subsidi kuota merasa terbantu. Setidaknya 84 persen publik menilai bantuan internet Kemendikbud merupakan langkah yang tepat.
 
"84,7 persen menilai ini langkah tepat menjawab krisis di tengah wabah korona. Yang menjawab tidak ada 13,7 persen dan siswanya 1,6 persen tidak menjawab,," terang Ali.
 
Dari mereka yang menerima subsidi, pihaknya juga mendapat temuan jika bantuan ini meringankan beban ekonomi masyarakat. Setidaknya 85,6 persen publik menilai bantuan ini sangat meringankan ekonomi mereka di tengah krisis pandemi covid-19.
 
"Sementara yang bilang tidak meringankan 13,6 persen. Sisanya tidak menjawab ada 0,8 persen," jelas Ali.
 
Ali menyebut jika survei nasional dengan 1.000 responden ini sangat mewakili jumlah populasi. Survei dilakukan di 34 provinsi dengan menggunakan teknik random sampling.
 
Adapun margin of error dalam survei ini ialah 3,10 persen dan tingkat kepercayaannya 95 persen. Survei ini dilakukan dengan cara wawancara via telepon yang disertakan kuisioner.
 
Survei dilakukan dalam total waktu 10 hari. Survei berlangsung dari tanggal 7 hingga 11 Oktober 2020.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif