Sehingga ke depan lulusan di bidang tersebut diprediksi akan melonjak. Namun, apakah lapangan kerja untuk lulusan STEM sudah tersedia? Jangan-jangan upaya memperbanyak lulusan STEM malah membuat jumlah pengangguran semakin banyak?
Menurut Pengamat Pendidikan dari Universitas Paramadina, Totok Amin Soefijanto, pertanyaan tersebut tidak memiliki nilai ekuivalen. Hal ini serupa pertanyaan mana yang lebih dulu ayam atau telur.
"Fenomena ayam dan telur, mau ada pekerjaan dulu atau orangnya dulu? Kalau menunggu lapangan kerja dulu, sampai kapanpun tidak akan tumbuh tenaga ahli STEM," kata Totok kepada Medcom.id, Selasa 20 Januari 2026.
Justru, kata dia, banyaknya lulusan STEM ini bisa berdampak lebih dari ketersediaan lapangan kerja. Ahli STEM, kata dia, justru akan menciptakan lapangan kerja.
"Justru, harapannya dengan adanya tenaga-tenaga ahli STEM, maka merekalah yang akan menciptakan lapangan kerjanya," sebutnya.
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto mengarahkan agar Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) memberikan prioritas beasiswa kepada mahasiswa di bidang Science, Technology, Engineering, Mathematics (STEM). Bahkan, 80 persen beasiswa LPDP harusnya dapat diberikan kepada mahasiswa yang belajar di bidang tersebut.
"Beliau (Prabowo) memberikan arahan untuk alokasi peruntukan dari beasiswa LPDP untuk diperbanyak ke STEM ya. Tadi beliau sempat menyampaikan berharap mencapai di atas 80%," kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Istana, Kamis 15 Januari 2026.
Selain itu, pemerintah terus berupaya memperluas ketersediaan beasiswa. Hal ini dilakukan guna meringankan beban para mahasiswa.
Bahkan, Prabowo menyatakan perlunya penghitungan ulang anggaran beasiswa. Agar penerima beasiswa semakin banyak.
"Mencoba menghitung ulang, memformulasikan ulang bagaimana memperbesar, memperbesar sebanyak-banyaknya penerima beasiswa," sebut Prasetyo.
| Baca juga: Presiden Perintahkan 80% Kuota Beasiswa LPDP untuk Studi STEM, Pakar: Mestinya dari Dulu! |
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News