ilustrasi UNBK. ANT/Ardiansyah.
ilustrasi UNBK. ANT/Ardiansyah.

UN Jadi Alat Diagnosa 'Penyakit' di Setiap Sekolah

Pendidikan pendidikan ujian nasional
Intan Yunelia • 30 April 2019 17:52
Jakarta:  Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) telah mengalami pergeseran paradigma.  Setelah tidak lagi menjadi syarat kelulusan siswa, UN kini fokus pada fungsi pemetaan, dan alat diagnosa "penyakit" di setiap sekolah.
 
"Penilaian yang baik, bagaimana UN jadi sebuah penilaian yang bisa memberikan kontribusi terhadap pembelajaran. Hasil UN penilaian bisa dijadikan penilaian untuk perbaikan pembelajaran," kata Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Balitbang, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Mochamad Abduh saat diskusi bertema "Pembelajar Abad Milenial" di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Selasa, 30 April 2019.
 
Kemendikbud, kata Abduh, mulai menggunakan UN sebagai sarana strategi pembelajaran siswa. Dari hasil UN, Kemendikbud bisa memetakan metode pembelajaran di setiap sekolah yang tidak serupa di setiap sekolahnya. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tidak bisa satu metode untuk semua kebutuhan sekolah," ujar Abduh. 
 
Baca:  Legislator Minta UNBK 2019 Dievaluasi
 
Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) tahun lalu mengeluarkan rapor penilaian ke masing-masing Dinas Pendidikan di daerah.  Rapor berupa statistik umum pencapaian hasil UN di wilayah masing-masing. 
 
"Selain itu kami juga buat diagnosanya, untuk membantu provinsi, kabupaten, kota, bahkan sampai level sekolah untuk memahami letak kekurangannya," jelas Abduh.
 
Dari hasil rapor itu, bisa diketahui materi pembelajaran apa saja yang masih ditemukan kekurangan.  Dinas Pendidikan setempat wajib mengevaluasi, tanpa pengecualian baik sekolah negeri maupun swasta. 
 
"Misalnya matematika, cakupan materinya aljabar, nanti sekolah yang kurang dalam aljabar ada dalam rapor. Tujuannya untuk membuat inspirasi bagi sekolah, dinas pendidikan kabupaten, kota, dan provinsi untuk melakukan perbaikannya," terang Abduh.
 
Baca:  UNBK SMP Ditargetkan 100 Persen Tahun Depan
 
UN di Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) saat ini sudah ada yang menggunakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).  Metode ini dinilai efektif meminimalisir potensi kecurangan, baik yang dilakukan oleh para siswa maupun guru dan pengawas ujian.
 
"Kita mulai mencoba untuk menggunakan UN ini betul-betul dimaksimalkan sebagai sebuah strategi untuk meningkatkan pembelajaran. Sehingga metode yang harus dilakukan tiap sekolah tidak bisa sama, tidak bisa satu metode untuk semua kebutuhan sekolah yang dihasilkan dari UN," tutur Abduh.

 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif