Ilustrasi UNBK. (Foto: MI/Palce Amalo)
Ilustrasi UNBK. (Foto: MI/Palce Amalo)

Legislator Minta UNBK 2019 Dievaluasi

Pendidikan berita dpr
Gervin Nathaniel Purba • 30 April 2019 16:19
Jakarta: Wakil Ketua Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk melakukan evaluasi atas pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2019.
 
Dia menilai pelaksanaan UNBK 2019 masih memiliki kelemahan konten, pembelajaran, metodologi, tenaga pendidik, kesiapan siswa, sarana, dan prasarana.
 
“Kami minta pemerintah bisa melakukan evaluasi UNBK tahun ini, khususnya yang terkait dengan peningkatan kemampuan guru serta perbaikan konten kurikulumnya agar bisa dibenahi,” kata Sutan, dinukil dpr.go.id, Selasa, 30 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Salah satu yang menjadi sorotan siswa dalam pelaksanaan UNBK adalah soal-soal dengan tingkat kesulitan tinggi atau High Order Thinking Skill (HOTS) terkait penalaran yang dapat dikategorikan sulit. Menurutnya, pemerintah harus melakukan penguatan dan pembelajaran soal HOTS di sekolah agar siswa tidak kebingungan.
 
“Soal-soal HOTS bagus untuk memetakan dan meningkatkan kemampuan siswa, tetapi tidak dibarengi kesiapan guru-guru di sekolah untuk memecahkan model-model soal HOTS. Ini semua harus kita perbaiki ke depan,” kata politikus Fraksi Partai Gerindra itu.
 
Menurutnya, kesulitan dalam soal karena sudah menggunakan standar internasional, sehingga butuh waktu yang panjang untuk mengenalkan HOTS ke seluruh guru dan pelajar di Indonesia. Jika tidak dikenalkan sejak sekarang, nilai Indonesia untuk meraih standar Program for International Student Assessment (PISA) tidak pernah bertambah.
 
Selain itu, Sutan melihat berbagai persoalan teknis dan kendala yang dialami sekolah dalam menjalankan UNBK belum sepenuhnya terselesaikan. Pemerintah melalui sekolah harus mengecek dan menguji coba kesiapan komputer dan jaringan internet setiap sekolah.
 
Langkah ini juga untuk memastikan kesiapan daya listrik serta kekuatan jaringan.
 
“Mayoritas pelaksanaan UN saat ini berbasis komputer. Persoalan teknis dan kendala sekolah yang belum punya sarana layak masih kerap terjadi. Kami mengharapkan dinas pendidikan memiliki daya tanggap untuk mengantisipasi berbagai persoalan yang muncul dalam ujian nasional," ujar Sutan.

 

(ROS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif