Anak-anak TKI yang belajar di Community Learning Center (CLC, di Tawau Sabah Malaysia, Kemendikbud/BKLM.
Anak-anak TKI yang belajar di Community Learning Center (CLC, di Tawau Sabah Malaysia, Kemendikbud/BKLM.

Anak-anak TKI di Malaysia Sulit Akses Pendidikan

Pendidikan pendidikan
Citra Larasati • 25 Januari 2019 17:51
Jakarta: Pemenuhan pendidikan bagi anak-anak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di wilayah Sabah, Malaysia masih mengalami sejumlah hambatan. Pada tataran kebijakan, terdapat larangan bagi anak-anak pekerja asing untuk mengikuti kegiatan belajar di sekolah kebangsaan Malaysia.
 
"Akibatnya, sekolah-sekolah swasta menjadi alternatif terakhir, dengan biaya pendidikan yang tinggi dan tidak terjangkau bagi para TKI," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat 25 Januari 2019.
 
Meski begitu, iamengimbau para TKI agar tetap berupaya mengirimkan anaknya ke sekolah. Penilaian bahwa pendidikan tidak begitu penting di kalangan para TKI perkebunan di Malaysia harus dihapuskan. Sebab jika tidak, dapat memicu hambatan yang lebih besar lagi bagi pemenuhan pendidikan bagi anak-anak WNI yang berusia sekolah tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Semua anak Indonesia di sini (di Malaysia) punya hak pendidikan yang sama. Saya mohon kalau ada anak usia sekolah yang belum mau masuk pendidikan diimbau agar ikut belajar," seru Muhadjir.
 
Baca:Mendikbud dan Menkeu Soroti Dana Transfer Daerah
 
Sayangnya, sebagai orangtua, para TKI seringkali memilih membawa anak-anak mereka untuk membantu bekerja di ladang, dibandingkan harus mengenyam pendidikan. Untuk itu, pendirian Community Learning Center (CLC) di ladang-ladang kelapa sawit merupakan upaya Pemerintah yang cukup efektif untuk memaksimalkan layanan pendidikan di Tawau, Sabah, Malaysia.
 
Mengingat sebagian besar TKI di Tawau bekerja sebagai petani di ladang kelapa sawit maupun coklat. Selain itu, mereka juga tidak memiliki surat izin tinggal resmi, sehingga hak untuk mendapatkan pendidikan bagi anak-anak mereka sulit terpenuhi.
 
Mendikbud juga berjanji kepada kepala sekolah, guru, dan orangtua akan menyampaikan semua keluhan yang mereka sampaikan kepada Presiden Joko Widodo. "Semua akan saya laporkan ke Beliau," kata Mendikbud.
 
Sementara itu, Kepala Perwakilan RI Tawau, Sulistijo Djati Ismojo, mengaku sangat terharu dengan kedatangan Mendikbud, mengingat ini adalah kali pertama pejabat tinggi negara setingkat menteri melakukan kunjungan ke Tawau. "Ini kebanggaan kami semua, karena ini kunjungan menteri pertama kali di Kota Tawau, khususnya di CLC Tunas Perwira,” ungkap Djati.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi