Veteran Akan Ikut Melatih Guru
Mendikbud, Muhadjir Effendy (kiri) dan Ketua Umum Legiun Veteran Republik Indonesia, Rais Abin menandatangani MoU kerja sama Penguatan Pendidikan Karakter, Humas Kemendikbud.
Jakarta: Pemerintah melibatkan veteran untuk memberikan pelatihan kepada guru dan tenaga kependidikan. Khususnya untuk memperkuat program pendidikan karakter di jenjang pendidikan dasar dan menengah. 

"lni berlaku untuk setiap jenjang. Tetapi akan kita prioritaskan untuk jenjang pendidikan dasar. Kita kan juga menjalin kerja sama dengan TNI. Kerja sama dengan veteran ini melengkapi kerja sama yang sudah ada," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy usai penandatanganan nota kesepahaman dengan Legiun Veteran Republik Indonesia, di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Selasa, 23 Oktober 2018.


Pelibatan para veteran ini, kata Muhadjir, dilakukan untuk memperkuat program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Menurut Muhadjir, pendidikan adalah proses pewarisan nilai. Nilai-nilai yang agung dan luhur tersebut, biasanya ada pada para pendahulu.

"Ini yang mestinya ditransfer, diwariskan ke generasi yang lebih muda," ujar Muhadjir.

Program PPK sangat penting, terlebih lagi di tengah tantangan dunia pendidikan, khususnya dalam penanaman nilai luhur bangsa Indonesia. Selain faktor globalisasi dan perubahan teknologi, tantangan dari praktik otonomi daerah juga turut memengaruhi sikap masyarakat.

Kerja sama dengan Legiun Veteran Republik Indonesia ini bertujuan untuk dapat menanamkan jiwa, semangat, dan nilai kejuangan 1945 melalui pendidikan karakter kepada generasi muda. "Nilai-nilai yang menjadi dasar, agar kita dapat menjamin cita-cita bangsa dan negara ini," ujar Mendikbud. 

Baca: Intoleran Pasif Seperti Bom Waktu

Ketua Umum LVRI, Rais Abin menyambut baik kerja sama terkait penguatan pendidikan karakter antara Kemendikbud dengan pihaknya.  Legiun Veteran merasa bangga dan terhormat diberikan kesempatan dalam penyiapan generasi penerus bangsa.

Ia memastikan, para veteran di seluruh Indonesia siap mendukung penguatan karakter bangsa. "Nilai-nilai cinta tanah air, cinta bangsa, dan pantang menyerah adalah semangat yang terus kami jaga," tutur Rais Abin. 

Ruang lingkup kerja sama ini berlaku selama lima tahun.  Meliputi penyusunan dan penyampaian materi penguatan pendidikan karakter, terkait penanaman jiwa, semangat, dan nilai-nilai kejuangan 1945. "Selain pewarisan nilai kepada peserta didik," tutup Rais.



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id