Kampus Kerap Lupa Implementasikan Hasil Risetnya

Pemerintah Targetkan Capai 1.000 Startup di 2019

Intan Yunelia 22 November 2018 14:18 WIB
Riset dan Penelitian
Pemerintah Targetkan Capai 1.000 <i>Startup</i> di 2019
Menristekdikti, Mohamad Nasir di Surabaya, Medcom.id/Intan Yunelia.
Surabaya: Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) terus menggenjot perguruan tinggi untuk berinovasi melahirkan riset-riset. Ia menargetkan akan lahir 1.000 Startup(perusahaan rintisan) dari perguruan tinggi di 2019.

“Harapan saya di 2019 ini ada 1.000 harus masuk. Selama empat tahun pemerintah Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla terhitung mencapai 956 startupyang berhasil," kata Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir dalam acara Forum Merdeka Barat (FMB9) dengan tema ‘Membangun Indonesia Dalam Perspektif Peningkatan Daya Saing Daerah, di Gedung Sekretaris Daerah Kantor Gubernur Jawa Timur, Surabaya, Kamis, 22 November 2018.


Nasir mengungkapkan, selama ini perguruan tinggi hanya terbuai dengan pembelajaran dan perkuliahan. Tapi lupa tugasnya mengimplementasikan hasil risetnya. Di sisi lain, melambatnya daya saing Indonesia pun karena penyerapan partisipasi pendidikan tinggi masih rendah. 

“Selama itu apa yang dilakukan (perguruan tinggi) saya enggaktau,” terang Mantan Rektor Terpilih Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini.

Baca: Sinergi Litbang Harus Berujung Hilirisasi Riset

Penguatan hasil riset adalah salah satu tolak ukur peringkat daya saing global. Dalam World Economy Forum Indonesia masih berada di peringkat 36 dari 137 negara di dunia. 

Mulai dari 2015 lalu, pemerintah mulai berbenah memperkuat penguatan riset dan pengembangan. Hal ini guna memperbaiki peringkat daya saing Indonesia di tingkat global. Jumlah startup dari tahun ke tahun juga terus meningkat. 

“Di tahun 2016 sudah ada lebih dari angka 203 (Startup),” papar Nasir.

Salah satu contoh negara yang sukses mengembangkan startup adalah Iran. Dalam waktu 10 tahun, Iran berhasil menghasilkan 1.000 startup.

“Iran dalam 10 tahun dari 2004 sampai 2014 punya inovasi yang bisa di startup-kan 1.000 selama 10 tahun,” tuturnya.

Daya saing inilah yang terus didorong oleh pemerintah. Agar terus adanya peningkatan sumber daya manusia khususnya di bidang Pendidikan tinggi.



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id