Ilustrasi mata. Freepik
Ilustrasi mata. Freepik

Mengenal Diplopia, Kelainan Penglihatan Ganda yang Dialami Marc Marquez

Renatha Swasty • 31 Maret 2022 16:14
Jakarta: Rider Moto GP Marc Marquez mengalami kecelakaan saat warm up Moto GP di Mandalika. Hal itu membuat Marq mengalami diplopia.
 
Dosen Universitas Airlangga (Unair) Sutjipto mengungkap diplopia yang dialami Marq. Diplopia atau dikenal kelainan penglihatan ganda merupakan suatu keadaan di mana suatu objek tunggal namun terlihat ganda.
 
Sutjipto menyebut diplopia terdiri atas dua macam. Pertama, diplopia monokuler yang berkaitan dengan sistem optik berupa kelainan yang ada di mata mulai dari depan (ocular surface) sampai ke belakang. Kedua, diplopia binokuler yang terjadi ketika dua mata dalam keadaan terbuka namun ketika mata yang satunya ditutup maka diplopianya akan hilang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Contoh yang monokuler diplopia misalnya ada dislokasi lensa. Di mana lensanya ini sebagian menutup visual axis sebagian lagi tidak. Sehingga, sinar yang masuk ke mata mengakibatkan penglihatan orang tidak sama penerimaanya di retina dan menimbulkan diplopia,” papar Sutjipto dikutip dari laman unair.ac.id, Kamis, 31 Maret 2022.
 
Sutjipto menuturkan contoh lain ketika pupil tidak normal karena iris mata tidak normal. Sehingga muncul lubang lebih dari satu atau dua yang dapat menyebabkan diplopia jenis monokuler.
 
Sedangkan diplopia binokuler terjadi karena ketidaksejajaran/misalignment visual axis. Contohnya, pada keadaan strabismus/juling di mana posisi bola mata tidak normal.
 
“Jadi, gerakan itu saling sinkron. Ketika ke kanan maka ke kanan semua, jika ke kiri maka ke kiri semua dan jika ke atas maka atas semua. Ketika ada salah satu yang terhambat akibatnya bayangan yang ditangkap mata ini tidak sinkron. Ini yang bisa menyebabkan terjadinya diplopia,” jelas dia.
 
Sutjipto menuturkan orbita merupakan daerah yang cukup ketat karena dindingnya dibatasi tulang-tulang, kecuali di bagian depan. Sehingga ketika ada suatu masa yang di dalamnya mendesak isi orbita, baik otot-otot ekstraokuler, otot-otot yang mengerakan bola mata, maupun persyarafannya akan menyebabkan hambatan dalam pergerakan bola mata.
 
“Penyebab diplopia di sini, bisa dari sisi vascular-nya, tumor, peradangan, graves orbitopathy yang menyebabkan penambahan volume dari orbita ataupun penambahan lemak yang mendesak isi orbita itu bisa menyebabkan diplopia. Selain itu diplopia juga dapat disebabkan adanya trauma,” tutur dia.
 
Trauma yang dimaksud menyebabkan gangguan pergerakan bola mata baik itu trauma karena fraktur maupun neuromuscular yang terjepit. Hal tersebut akan menyebabkan masalah dalam pergerakan bola mata yang dapat menyebabakan diplopia.
 
“Mungkin jepitan nya tidak ada, namun edema/bengkak yang ada di situ begitu hebat dan lebih dekat dengan dan mendesak otot ataupun persyarafan yang menggerakan bola mata tersebut. Selama edema belum hilang maka akan terjadi hambatan dari gerakan bola mata yang dapat menyebabkan diplopia,” kata kepala divisi Rekonstruksi-Okuloplasti-Onkologi FK Unair tersebut.
 
Baca: Marc Marquez Kembali Diserang Diplopia Usai Kecelakaan Highside di Mandalika, Apa Itu?
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif