Komisioner KPAI bidang Pendidikan Retno Listyarti. Zoom
Komisioner KPAI bidang Pendidikan Retno Listyarti. Zoom

KPAI: Ada 18 Kasus Kekerasan Seksual di Satuan Pendidikan Sepanjang 2021

Pendidikan kpai Kekerasan Anak Kekerasan Kekerasan di Sekolah kekerasan seksual Kaleidoskop Pendidikan 2021
Arga sumantri • 28 Desember 2021 15:09
Jakarta: Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat setidaknya ada 18 kasus kekerasan seksual yang terjadi di satuan pendidikan. Jumlah ini didapat berdasarkan hasil pengumpulan data pada 2 Januari hingga 27 Desember 2021. 
 
"Melalui pemantauan kasus yang dilaporkan keluarga korban ke pihak kepolisan dan diberitakan oleh media massa," kata Komisioner KPAI bidang Pendidikan, Retno Listyarti dalam keterangannya, Selasa, 28 Desember 2021.
 
Selama 2021, kata dia, ada tiga bulan tidak muncul kasus kekerasan seksual di media massa atau yang di laporkan kepada kepolisian, yaitu pada Januari, Juli dan Agustus. Sedangkan, sembilan bulan lainnya muncul kasus kekerasan seksual di satuan pendidikan yang dilaporkan ke kepolisian dan diberitakan di media massa. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Retno memerinci, dari 18 kasus kekerasan seksual di satuan pendidikan, empat di antaranya terjadi di satuan pendidikan di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Kemudian, 14 kasus terjadi di satuan pendidikan di bawah kewenangan Kementerian Agama (Kemenag).
 
Baca: Selama 2021, KPAI Terima 3.687 Pengaduan Pelanggaran Hak Anak
 
Sedangkan, lokasi kejadian kekerasan meliputi 17 kabupaten/kota pada 9 (Sembilan) provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, D.I. Yogyakarta, Sumatra Barat, Sumatra Utara. Sumatra Selatan, Sulawesi Selatan, dan Papua. 
 
Sedangkan, kabupaten/kota meliputi Cianjur, Depok, Bandung, dan  Tasikmalaya (Jawa Barat); Sidoarjo. Jombang, Trengalek, Mojokerto dan Malang (Jawa Timur); Cilacap dan Sragen (Jawa Tengah); Kulonprogo (D.I Yogjakarta); Solok (Sumatera Barat); Ogan Ilir (Sumatera Selatan); Timika (Papua); dan Pinrang (Sulawesi Selatan).
 
Ia menyebut, mayoritas kasus kekerasan seksual terjadi di satuan pendidikan berasrama atau boarding school, yakni berjumlah 12 satuan pendidikan. Lalu, kekerasan seksual di satuan pendidikan yang tidak berasrama hanya di enam satuan pendidikan.
 
"Kasus kekerasan seksual di satuan pendidikan di bawah Kemendikbudristek pun dua di antaranya adalah sekolah berasrama, yaitu di kota Medan dan di Batu, Kota Malang," ungkapnya.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif