Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal
Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal

Insentif Rp25 Juta untuk Artikel Terbit di Jurnal Internasional

Pendidikan Pendidikan Tinggi Publikasi Ilmiah
Ilham Pratama Putra • 01 Februari 2020 09:09
Jakarta:  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyiapkan insentif bagi dosen yang mempublikasikan artikel ilmiahnya di jurnal internasional.  Besaran insentif tersebut mulai Rp15 juta hingga Rp25 juta. 
 
"Ada insentif dari kementerian dan selalu kita tekankan itu pada rekan-rekan di Perguruan Tinggi," kata Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Plt Dirjen Dikti) Kemendikbud, Nizam, di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat 31 Januari 2020.
 
Insentif tersebut sekaligus menepis anggapan jika publikasi di jurnal internasional bakal membebani dosen.  Lebih lanjut pihaknya meminta, ketika akan menulis jurnal internasional, jangan hanya sekadar terfokus pada publikasi, namun juga mempertimbangkan kemanfaatannya bagi kepentingan internasional.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Misalnya saja penelitian di bidang keanekaragaman hayati yang telah menjadi keunggulan Indonesia dibanding negara lain. Di antaranya pengelolaan minyak sawit, biodiesel, hingga masalah pangan.
 
"Sehingga sangat besar sekali ini menjadi khasanah pengetahun yang sangat berdampak pada pengetahuan dunia, termasuk muncul sebagai peta dunia, sumber ilmu pengetahuan," lanjut Nizam.
 
Nizam tak ingin Indonesia hanya sebagai konsumen penelitian saja. Dia meminta para dosen untuk terus mengembangkan penelitian.
 
"Sedikit saja karya penelitian kita yang diakui secara internasional dan kalau kita bicara tentang kedaulatan bangsa ini sangat penting untuk membangun standing kita, posisi kita," ucap guru besar UGM ini.
 
Sebelumnya, Anggota Komisi X DPR dari fraksi Partai Gerindra, Djohar Arifin Husin mengusulkan kepada Mendikbud, Nadiem Makarim agar kewajiban dosen menerbitkan artikel ilmiah di jurnal internasional sebagai syarat kenaikan dan mempertahankan jabatan fungsional dihapuskan. Djohar menilai kewajiban itu minim manfaat, bahkan dalam praktiknya hanya menyulitkan dosen.
 
"Ada yang sampai menggadaikan sepeda motornya. Ada yang mobil. Macam-macam penderitaan dosen-dosen karena harus menulis (karya ilmiah yang diterbitkan di jurnal internasional). Ini hendaknya dihapuslah," kata Djohar dalam rapat kerja Komisi X dengan Kemendikbud di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa 28 Januari 2020.
 
Kebijakan untuk memberikan insentif ini sudah diterapkan sejak 2019 melalui Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual.  Program Insentif  Artikel Terbit pada  Jurnal  Internasional, yaitu memberikan insentif bagi para dosen/peneliti perguruan tinggi  yang berhasil mempublikasikan artikel ilmiahnya dalam Jurnal internasional bereputasi.
 
Program ini dimaksudkan untuk mendorong dan meningkatkan gairah para dosen/peneliti untuk mempublikasikan artikel ilmiah dalam Jurnal internasional bereputasi sehingga terjadi peningkatan komunikasi ilmiah antarpeneliti di kancah Internasional. 

 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif