Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Smart Learning and Character Center, Richardus Eko Indrajit.
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Smart Learning and Character Center, Richardus Eko Indrajit.

Revisi UU Sisdiknas Harus Menjamin Pemerataan Kualitas Pendidikan

Pendidikan Kebijakan pendidikan
Ilham Pratama Putra • 08 Mei 2020 19:38
Jakarta: Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Smart Learning and Character Center, Richardus Eko Indrajit mengusulkan revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) menganut asas heterogen. Terutama, terkait kemampuan teknologi untuk menunjang pendidikan di setiap wilayah.
 
"Terutama heterogen perbedaan-perbedaan kemampuan teknologi tiap daerah itu harus dilihat," kata Eko dalam konferensi video, Jum'at 8 Mei 2020.
 
Eko berharap UU Sisdiknas hasil revisi nanti bisa menghargai perbedaan, bagaimana pun kondisinya. Sehingga, tiap wilayah di Indonesia bisa maju bersama-sama, khususnya dalam hal teknologi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita sama sama maju, menghadapi masalah-masalah yang ada saat ini dan ke depan," terang Eko.
 
Baca:Legislator Dorong Kemendikbud Susun Kurikulum yang Fleksibel
 
Guru Besar Ilmu Komputer AFBI Institute Perbanas Jakarta itu menuturkan, ada beberapa poin penting agar UU Sisdiknas bisa bersifat heterogen. Pertama, teknologi serta internet harus menyentuh seluruh wilayah, tak terkecuali daerah perbatasan.
 
"Caranya ada upaya saling berbagi sumber layanan dan fasilitas. Kita harus gotong royong. Guru dan sekolah saling share pendidikan yang bermutu," lanjutnya.
 
Selanjutnya ada konvergensi model pendidikan formal dan informal. hal ini agar pendidikan termasuk model Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dapat berjalan baik.
 
"Terlebih PJJ ya, ini ke depan bukan lagi pendidikan alternatif. Di saat kita konvergensi, ini model PJJ ini menjadi komponen penting pembelajaran modern," ungkap dia.
 
Eko juga meminta pendidikan karakter dibangun untuk peserta didik. Pembentukan karakter ini berguna untuk memecahkan masalah yang akan dihadapi siswa.
 
"Peserta didik ini sebetulnya kan beragam. Mereka harus memiliki kompetensi pribadi dan mandiri menghadapi lingkungan abad 21," jelas Eko.
 
Terakhir, dia berharap adanya keseriusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam membekali guru. Guru juga diharapkan mampu mengembangkan diri mengikuti zaman.
 
"Jadi jangan lagi disibukkan hal administratif. Waktunya guru memiliki waktu untuk berkembang," ujarnya.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif