Ilustrasi selingkuh. DOK Shutterstock
Ilustrasi selingkuh. DOK Shutterstock

Psikolog Unair Bagikan Tips Sembuhkan Trauma Perselingkuhan

Renatha Swasty • 14 Oktober 2022 10:56
Jakarta: Perselingkuhan merupakan perilaku pelanggaran komitmen terhadap pasangan, baik pacar maupun suami/istri. Dalam pemaknaannya, perselingkuhan tidak hanya dikaitkan dengan aktivitas seksual, namun mencakup aktivitas ketidakjujuran maupun penyelewengan terhadap pasangan.
 
Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (Unair) Nurul Hartin menyebut seberapa pun kecil tindakan ketidaksetiaan dapat menyebabkan dampak psikologis kepada pasangan yang diselingkuhi.
 
“Setiap kejadian yang tidak diinginkan dapat menimbulkan situasi stres yang secara psikologis tidak sehat. Namun sekali lagi bila dikatakan traumatis, maka kita harus mengaitkannya terhadap kualitas dan kuantitas kejadian,” kata Nurul dikutip dari laman unair.ac.id, Jumat 14 Oktober 2022.

Nurul menyarankan untuk mengatasi kondisi-kondisi yang tidak diharapkan untuk evaluasi diri sendiri. Setelahnya, strategi coping dapat dilakukan efektif.
 
Coping merupakan respons pikiran dan perilaku yang bertujuan mengatasi konflik yang muncul akibat kejadian tersebut. Dukungan sosial dari orang-orang terdekat juga sangat dibutuhkan dalam memberikan dukungan emosional.
 
“Jika merasa belum membaik, maka dibutuhkan penanganan yang lebih profesional, jadi disarankan untuk melakukan konsultasi ke psikolog,” kata dosen kepakaran di bidang konseling dan psikologi keluarga itu.
 
Nurul menyebut banyak alasan seseorang berselingkuh, mulai dari fisik, finansial, psikologis, bahkan budaya. “Ada beberapa kelompok yang justru menganggap perselingkuhan merupakan sebuah peningkatan harga diri, sehingga perselingkuhan menjadi hal-hal yang ditoleransi meski melanggar nilai dan norma,” jelas dia.
 
Dia menyebut banyaknya penyebab perselingkuhan tidak memastikan seluruh hubungan romantis pasti berujung pada ketidaksetiaan. Perselingkuhan tidak akan terjadi bila kedua pihak dapat saling menjaga komitmen.
 
“Definisi selingkuh sendiri merupakan pelanggaran komitmen. Sehingga dibutuhkan komitmen antara keduanya. Jangan melakukan perilaku-perilaku berisiko melanggar komitmen. Salah satunya adalah dengan menjalin relasi yang tidak wajar yang mengarah pada kedekatan-kedekatan tertentu dengan lawan jenis,” ujar guru besar bidang psikologi klinis dan kesehatan mental tersebut.
 
Nurul juga menyarankan untuk selalu menjadi pribadi yang teguh dalam memegang komitmen. Utamanya, pada hubungan yang telah diresmikan oleh ikatan suci.
 
“Sekali kita melanggar, pastinya akan sangat sulit membangun kembali kepercayaan pasangan. Untuk itu jagalah komitmen pernikahan Anda agar kita dapat menghasilkan generasi penerus bangsa yang tidak kita ciderai dengan hal-hal yang negatif,” tutur dia.
 
Baca juga: Rizky Billar Disebut Banting dan Cekik Lesti Kejora Diduga Tak Terima Dituding Selingkuh

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan