Sebagai pengajar di SDN Cipayung 01 Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Eros Rosidah, telah mengabdikan diri sebagai guru sekitar delapan tahun. Mengawali karier sebagai guru di sekolah swasta, tiga tahun terakhir ia mulai mengajar di SDN Cipayung 01 Ciputat dengan status Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Di sekolah tersebut, kini Eros mengajar untuk murid kelas satu.
Dalam konteks kesejahteraan guru, Eros menilai bahwa penyaluran TPG telah memberikan dampak positif, baik secara finansial maupun motivasi kerja. Menurutnya, tambahan penghasilan tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk keperluan pribadi, melainkan juga untuk membantu murid yang membutuhkan.
“Puji syukur, hampir semua guru di sini sudah mendapatkan TPG. Dengan TPG, dana tersebut juga kami manfaatkan untuk membantu beberapa murid yang memerlukan keperluan sekolah seperti buku, sepatu, maupun tas. Kami sangat senang, selain menjadi tabungan untuk kami pribadi, TPG juga bermanfaat untuk murid kami,” ujar Eros dikutip dari siaran persnya, di Jakarta, Selasa, 28 April 2026.
Cerita yang sama juga disampaikan oleh Syamsuddin. Sejak tahun 1999, ia sudah mengabdikan diri sebagai guru dan mengajar di SDN Cipayung 01 Ciputat. Berbagai murid telah ia lalui, bahkan beberapa di antaranya telah menjadi alumni yang berhasil.
Sebagai salah satu guru senior, ia memandang kesejahteraan guru sangat penting guna mendukung dan meningkatkan kualitas pendidikan. Perubahan sistem pencairan TPG dari tiga bulanan menjadi bulanan dinilainya sangat membantu dalam pengelolaan keuangan.
“Sekarang lebih lancar karena diterima setiap bulan. Puji syukur sangat membantu saya baik untuk kebutuhan keluarga maupun pengembangan diri,” ucapnya.
Ia menambahkan, manfaat TPG tidak hanya dirasakan secara pribadi, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas pengajaran, seperti untuk melanjutkan pendidikan dan membeli sarana pembelajaran seperti laptop. Selain itu, TPG juga turut membantunya memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari bersama keluarga.
“Saya berharap, kebijakan TPG dapat terus ditingkatkan dari sisi jumlah maupun konsistensi pencairan. Dengan demikian, kami sebagai guru dapat terus termotivasi memberikan layanan pendidikan yang baik untuk murid-murid kami,” terang Syamsuddin.
Terakhir, manfaat akan TPG juga disampaikan Siti Nurlaela, guru kelas VI SDN Cipayung 01 Ciputat. Ia menyebut, TPG sangat membantu meningkatkan kondisi ekonomi guru, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun perencanaan keuangan masa depan.
“Belasan tahun saya mengabdi sebagai guru, sangat bersyukur dengan adanya TPG ini. Melihat kondisi ekonomi murid yang beragam, saya sangat termotivasi untuk mengajar dengan sepenuh hati agar mereka dapat masuk ke sekolah negeri. Dengan TPG juga saya bisa membantu mereka sesuai dengan kemampuan saya,” tutur Laela.
Dari tiga kisah tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengatakan bahwa mulai tahun 2026, penyaluran tunjangan guru dari yang sebelumnya dilakukan per tiga bulan kini menjadi setiap bulan. Percepatan penyaluran tersebut dilakukan agar dapat memberikan kepastian kepada para guru atas haknya.
“Bagi kami, tunjangan guru bukan sekadar angka dalam anggaran, tetapi bentuk apresiasi atas dedikasi para guru yang setiap hari hadir mendidik generasi bangsa. Dengan dipenuhi haknya, kami berharap para guru dapat lebih fokus mengajar dan memberikan layanan pendidikan yang terbaik bagi murid-murid,” ungkap Mendikdasmen, Abdul Mu’ti.
| Baca juga: Pedoman Logo Hardiknas 2026 Resmi dari Kemendikdasmen: Link Unduhnya di Sini |
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News