Konferensi Pers Belajaraya 2026. Foto: Ilham Pratama/Medcom.id
Konferensi Pers Belajaraya 2026. Foto: Ilham Pratama/Medcom.id

Akses Pendidikan Makin Terbuka, Tapi Kualitas Masih Tertatih

Ilham Pratama Putra • 22 April 2026 14:20
Ringkasnya gini..
  • Akses pendidikan di Indonesia dinilai meningkat
  • Peningkatan akses pendidikan tidak diikuti dengan meningkatnya kualitas pendidikan
  • Diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan kualitas pendidikan
Jakarta: Akses pendidikan di Indonesia semakin terbuka. Namun, persoalan mendasar seperti kesenjangan kualitas pembelajaran dan inklusivitas masih menjadi pekerjaan rumah besar.
 
Ketua Umum Semua Murid Semua Guru, Marsya Nurmaranti, menegaskan bahwa tantangan pendidikan tidak bisa diselesaikan secara parsial oleh satu pihak saja. Menurutnya, perlu kolaborasi lintas sektor dalam memperbaiki kualitas pendidikan.
 
“Upaya memajukan pendidikan tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan keterlibatan bersama dari berbagai pihak,” kata Marsya dalam konferensi pers Belajaraya 2026 di Jakarta, Selasa, 21 April 2026.

Persoalan lain yang mengemuka adalah cara pandang masyarakat yang masih menyempitkan makna pendidikan sebatas sekolah formal. Pendidik dan inisiator jaringan Semua Murid Semua Guru, Najelaa Shihab menilai, paradigma ini justru menghambat lahirnya inovasi pembelajaran di luar sistem formal.
 
Baca juga: Penambahan Guru untuk Anak Berkebutuhan Khusus Mendesak

“Pendidikan sering kali disamakan dengan persekolahan. Padahal, yang kita dorong adalah perubahan perilaku dan kontribusi nyata dalam ekosistem yang lebih luas,” ujar Najelaa.
 
Di samping itu, terdapat disrupsi lain dalam upaya peningkatan kualitas. Salah satunya adalah teknologi. 
 
Kepala Pusat Pengembangan Literasi Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Rizki Ameliah, menekankan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi perubahan ini. Hadirnya teknologi membuat perbaikan kualitas harus lebih adaptif.
 
“Pendidikan kita sangat dinamis. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, perlu kolaborasi dengan komunitas, swasta, dan akademisi, termasuk dalam menghadapi perkembangan AI,” jelasnya.
 
Isu inklusivitas juga menjadi sorotan. Meski akses pendidikan bagi penyandang disabilitas meningkat, penggunaan teknologi yang belum sepenuhnya ramah disabilitas masih menjadi kendala.
 
Baca juga: Mantap! Kemendikdasmen Siapkan 2 Jurus Jitu Buat Pendidikan Inklusif di 2026

Karena itu jaringan Semua Murid Semua Guru menghadirkan Festival pendidikan Belajaraya 2026. Festival ini hadir sebagai respons atas persoalan ketimpangan pendidikan. 
 
"Di festival ini kami berupaya mendorong kolaborasi lintas sektor, pihak swasta, pemerintah, dan lainnya," lanjut Marsya.
 
Belajaraya 2026 kata dia dapat menjadi tonggak penting. Karena untuk pertama kalinya festival ini menjangkau sembilan kota di berbagai wilayah di Indonesia.
 
"Ini merupakan perluasan dari tahun-tahun sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa gerakan pendidikan berbasis komunitas mulai tumbuh lebih merata di berbagai daerah," lanjut dia. 
 
Rangkaian Belajaraya telah berjalan di berbagai kota seperti Bali, Bandung, Makassar, Semarang, Surabaya, Kupang, dan penutupnya akan terselenggara di Jakarta, tepatnya di Taman Ismail Marzuki pada 2 Mei 2026. Belajaraya Jakarta akan menghadirkan berbagai ruang partisipasi publik seperti Ngobrol Publik, Kelas Belajar, Booth Komunitas, Pameran Karya, hingga Pertunjukan Musik yang membuka ruang belajar yang lebih inklusif, kolaboratif, dan menyenangkan bagi semua pihak.
 
Belajaraya Jakarta menjadi penutup rangkaian Belajaraya 2026 dengan menghadirkan sejumlah tokoh publik lintas sektor untuk saling berbagi perspektif dan pesan penting terkait isu-isu pendidikan. Tokoh yang hadir antara lain Meutya Hafid (Menteri Komunikasi & Digital RI), Prof. Nasaruddin Umar (Menteri Agama RI), Prof. M. Quraish Shihab & Najwa Shihab, Nikita Willy, Ryan Adriandhy dan berbagai musisi Tanah Air seperti Andien, Dere, Endah n Rhesa.
 
Kehadiran berbagai tokoh lintas sektor ini dapat membawa sejumlah pesan utama. Di antaranya pentingnya menjadikan kolaborasi sebagai fondasi penguatan pendidikan, perlunya upaya bersama lintas sektor dalam menghadapi tantangan pendidikan nasional, serta peran lebih dari 1.000 komunitas sebagai energi perubahan yang dipertemukan dalam satu ruang kolaboratif.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan