Matahari. DOK
Matahari. DOK

Kapan Musim Kemarau 2026? BMKG Ungkap Datang Lebih Awal, Durasi Lebih Panjang dan Kering

Renatha Swasty • 26 Maret 2026 19:03
Ringkasnya gini..
  • Masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau diprediksi mulai merata di berbagai wilayah pada bulan April hingga Juni 2026.
  • Musim kemarau kali ini juga berpotensi berlangsung lebih lama dibandingkan dengan durasi normal yang sering dialami sebelumnya.
  • BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan yang mungkin timbul.
Jakarta: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim kemarau 2026 di Indonesia akan tiba lebih awal dari biasanya. Masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau diprediksi mulai merata di berbagai wilayah pada bulan April hingga Juni 2026.
 
​Dalam laporan Prediksi Musik Kemarau 2026, BMKG memberikan peringatan dini pergeseran musim tahun ini cukup mencolok. Tidak hanya datang lebih awal, musim kemarau kali ini juga berpotensi berlangsung lebih lama dibandingkan dengan durasi normal yang sering dialami sebelumnya.
 
Kondisi dinamika atmosfer menunjukkan fenomena La Niña Lemah yang terjadi sejak Oktober 2025 telah berakhir. Saat ini, indeks ENSO dan IOD berada dalam fase netral, yang memengaruhi pola transisi musim di Tanah Air.

BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan yang mungkin timbul. Laporan ini disusun sebagai referensi strategis bagi sektor pertanian, sumber daya air, hingga penanggulangan bencana.
 
Meskipun intensitas hujan mulai berkurang, transisi musim ini tidak terjadi serentak di seluruh wilayah. Pergerakan angin Monsun Australia diprediksi akan mulai mendominasi wilayah Indonesia bertahap mulai Juni 2026.

Awal Musim Kemarau, April hingga Juni 2026

BMKG memprediksi awal musim kemarau di Indonesia akan dimulai bertahap, dengan sebagian besar wilayah masuk pada periode April hingga Juni 2026. Proses ini akan diawali dari wilayah Nusa Tenggara sebelum menyebar ke wilayah Indonesia lainnya secara bertahap.
 
Pada April 2026, sekitar 16,3 persen wilayah atau 114 ZOM mulai memasuki musim kemarau, termasuk pesisir utara Jawa bagian barat, sebagian Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT. Memasuki Mei 2026, cakupan wilayah meluas hingga 26,3 persen atau 184 ZOM yang menjangkau Aceh bagian utara, Lampung, sebagian besar Jawa, hingga Papua bagian timur. 
 
Selanjutnya pada Juni 2026, sebanyak 23,3 persen wilayah atau 163 ZOM seperti Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Bangka Belitung, dan sebagian besar Kalimantan juga akan menyusul masuk ke musim kemarau.

Puncak Musim Kemarau di Bulan Agustus

Puncak musim kemarau 2026 diprediksi akan terjadi pada bulan Agustus untuk sebagian besar wilayah Indonesia, yakni mencakup 61,4 persen atau sekitar 429 ZOM. Periode ini merupakan waktu di mana curah hujan berada pada titik terendah sepanjang tahun.
 
Wilayah yang mencapai puncak kemarau pada Agustus meliputi Sumatra bagian tengah dan selatan, Jawa bagian tengah hingga timur, Bali, NTB, serta sebagian besar Kalimantan dan Sulawesi. Selain itu, sebagian kecil wilayah lain diprediksi mengalami puncak kemarau lebih awal pada Juli sekitar 12,6 persen atau lebih lambat pada September sekitar 14,3 persen. 

Kondisi Kemarau 2026

Secara umum, musim kemarau 2026 di Indonesia diprediksi datang lebih awal atau maju dibandingkan dengan rata-rata normalnya tahun 1991 hingga 2020 pada 46,5 persen wilayah. Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran waktu kemarau yang signifikan di hampir separuh wilayah Indonesia.
 
Selain datang lebih cepat, durasi musim kemarau tahun ini juga diperkirakan akan lebih panjang dari biasanya di 57,2 persen wilayah Indonesia. Dari sisi intensitas, sifat hujan selama musim kemarau diprediksi berada pada kategori bawah normal atau lebih kering dari biasanya di 64,5 persen wilayah, yang meningkatkan risiko krisis air bersih dan kebakaran lahan. (Talitha Islamey)

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan