Mendikbud Nadiem Makarim. Tangkapan layar.
Mendikbud Nadiem Makarim. Tangkapan layar.

Nadiem Diminta Perbaiki Pola Komunikasi dalam Mengambil Kebijakan

Pendidikan Kebijakan pendidikan Program Pendidikan
Ilham Pratama Putra • 04 Januari 2021 12:46
Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim diminta memperbaiki komunikasi dalam membuat kebijakan. Sebelum memutuskan satu kebijakan, Nadiem dinilai kurang berkoordinasi dengan pemangku kepentingan pendidikan.
 
"Yang juga saya lihat tingkat komunikasi, kualitas komunikasi dari Mendikbud menurut kami satu tahun tiga bulan ini yang kami amati dari semenjak dilantik, nampaknya agak kurang produktif dan kurang efektif," kata Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah dalam webinar Ngopi Seksi Outlook Pendidikan Indonesia 2021, Minggu, 3 Januari 2021.
 
Menurut dia, sejumlah kebijakan Nadiem seolah menyampingkan ketetapan hukum. Nadiem diminta lebih sering berkomunikasi ketika butuh panduan dalam mengambil kebijakan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ya orang namanya butuh harusnya kalau orang Jawa disambangi, harusnya orang ini (Nadiem) harus diajak ngopi-ngopi, ngobrol dulu," terang Ferdiansyah.
 
Baca: UN Diganti AN, Kemendikbud-Kemenag Diminta Siapkan Skema Baru PPDB
 
Salah satu kebijakan Nadiem yang dianggap tidak memiliki ketetapan hukum ialah ketentuan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Nadiem bahkan juga diminta belajar tentang ketenagakerjaan.
 
"Nanti harapannya saudara Mendikbud dalam 2021, setiap membuat kebijakan itu berdasarkan peraturan perundang-undangan. Harapan kami juga adalah saudara Mendikbud mulailah belajar tentang ketatanegaraan, baik itu aspek legalnya, baik itu penganggarannya dan lainnya," terang dia.
 
Ketika kebijakan itu sudah matang, Nadiem juga diminta melakukan sosialisasi dengan baik. Jangan sampai ada salah tafsir tentang kebijakan yang dikeluarkan.
 
"Seperti contoh yang terjadi sekarang, Asesmen Nasional (AN) akhrinya diterjemahkan, dibuat seperti Ujian Nasional (UN), akhirmya ada bimbel AN. Ini salah yang sosialisasi, ini yang salah ditafsirkan," ungkapnya.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif