Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Kemendikbud Diminta Lebih Gencar Beri Pelatihan PJJ untuk Guru

Pendidikan Pembelajaran Daring Metode Pembelajaran Pendidikan Jarak Jauh
Ilham Pratama Putra • 21 Oktober 2020 10:47
Jakarta: Ketua Perkumpulan Sekolah Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK) Indonesia, Haifa Segeir menilai pemerintah perlu lebih gencar memberikan pelatihan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk para guru. Sebab, banyak pengajar masih belum bisa menerjemahkan panduan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) maupun Dinas Pendidikan (Disdik).
 
"Utamanya pengajar harus bisa menerjemahkan panduan yang ada ke masing-masing anak. Bisa juga memberikan pelatihan kepada guru-guru. Kami SPK siap support pemerintah dalam hal ini," terang Haifa kepada Medcom.id, Rabu, 21 Oktober 2020.
 
Menurutnya, yang terpenting dari PJJ ialah student well being dan student centered. Konsep ini mengantarkan seorang individu berinteraksi dengan orang lain, serta kondisi di mana hidup mereka berkembang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Selanjutnya mengupayakan seharusnya anak tidak dibebani oleh sesuatu di luar kemampuannya," kata Haifa.
 
Dia mengaku hal itulah yang diterapkan oleh Sekolah SPK yang ada di Indonesia. Sebagian besar program PJJ di Sekolah SPK disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan anak.
 
Baca:Pendidikan saat Pandemi Bukan Cuma Tentang Belajar Daring
 
Dia menyebut PJJ tidak dapat disamakan dengan tatap muka dalam hal apapun. Baik pencapaian siswa, maupun metode penilaiannya.
 
"Tapi kan ada kendala itu pasti, dan yang paling banyak ditemukan adalah support di rumah karena sebagian besar orangtua sudah kembali bekerja. Disinilah kreativitas guru diperlukan," ujarnya.
 
Ia juga menilai komponen dalam PJJ yang diterapkan pemerintah belum matang. Sebab, setelah tujuh bulan berlangsung, masih banyak ditemui kendala, mulai dari akses internet terbatas, hingga ketidaksiapan guru, siswa maupun orang tua dalam pembelajaran metode daring ini.
 
Bahkan, PJJ telah memakan 'korban'. Contohnya, siswi asal Gowa Sulawesi Selatan, MI (16) yang nekat bunuh diri karena diduga depresi saat PJJ. Pun di Lebak, Banten orang tua malah membunuh anaknya yang berusia delapan tahun karena sulit diajari di rumah.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif