Ilustrasi PTM di Kota Malang. Branda Antara
Ilustrasi PTM di Kota Malang. Branda Antara

Kemendikbudristek Sebut Pandemi Bisa Perkaya Variasi Cara Pembelajaran

Pendidikan pendidikan pandemi covid-19 Pembelajaran Tatap Muka Kemendikbudristek
Antara • 18 April 2022 21:20
Jakarta: Direktur Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Samto menyebut pandemi covid-19 yang berlangsung sekitar dua tahun telah memperkaya variasi cara pembelajaran. Hal itu diharapkan meningkatkan kemandirian siswa.
 
“Pandemi memberikan banyak pembelajaran, termasuk cara siswa belajar. Pembelajaran tidak selalu harus dilakukan tatap muka, tetapi ada alternatif pembelajaran lain yang bisa memperkaya cara pembelajaran yang sudah ada selama ini,” kata Samto dikutip dari Antara, Senin, 18 April 2022.
 
Dia mengakui sistem pembelajaran jarak jauh saat pandemi covid-19 memiliki kelemahan. Namun, sistem tersebut juga memiliki dampak positif, yaitu menjadikan siswa lebih mandiri dalam penguasaan dan pemahaman materi pembelajaran.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, penguasaan teknologi informasi siswa meningkat. Sebab, pembelajaran lebih banyak daring.
 
“Saat ini, di Kota Yogyakarta sudah menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen, tetapi jika diperkaya dengan cara pembelajaran daring tentu akan memberikan hasil lebih optimal,” tutur dia.
 
Samto menyebut penurunan kualitas pendidikan yang terjadi selama pandemi bisa diperbaiki dalam waktu cepat. “Saat pandemi memang ada penurunan kualitas pendidikan. Ada yang 20 persen, bahkan ada yang lebih banyak,” kata dia.
 
Dia mengapresiasi cara Kota Yogyakarta menerapkan program pembelajaran selama pandemi. Terpenting, tetap bisa bertahan menjadi barometer pendidikan di Indonesia.
 
“Pembelajaran dilakukan secara ketat, termasuk saat ada pembatasan pembelajaran tatap muka. Prestasi siswa pun tetap bisa dipertahankan. Tentunya Yogyakarta adalah contoh baik dalam pendidikan,” kata dia.
 
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 8 Yogyakarta Retna Wuryaningsih bersyukur pembelajaran sudah bisa tatap muka dengan kapasitas penuh. Retna mengakui ada penurunan kualitas pendidikan, nilai akademik turun.
 
"Tetapi, kondisi ini tidak hanya terjadi di SMP Negeri 8 saja tetapi di SMP lain di Yogyakarta,” kata dia.
 
Samto menyebut ada beberapa kendala dalam pembelajaran daring. Seperti orang tua tidak bisa memberikan fasilitas penuh dan ada beberapa materi pelajaran yang sulit jika hanya dijelaskan daring.
 
“Selama PTM dilakukan, kami tetap mengikuti aturan. Jika diizinkan 100 persen, maka dilakukan 100 persen. Atau jika hanya dibatasi 50 persen, ya, kami ikuti. Yang penting taat aturan,” kata dia.
 
Retna mengatakan perlu terus memberikan dorongan, semangat, dan motivasi kepada siswa untuk bisa mengejar ketertinggalan pembelajaran. “Sebentar lagi akan ada asesmen daerah. Mudah-mudahan hasil yang diperoleh tetap bagus,” kata dia.
 
Baca: Kemendikbudristek: PTM Harus Utamakan Keselamatan Guru dan Siswa
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif