Bamsoet:  Jika Dosen Terkait ISIS dan HTI, Wajib Pecat.
Diskusi bertema "Strategi Kebangsaan Mengatasi Radikalisme di Universitas" di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, Senin, 11 Juni 2018, Medcom.id/Intan Yunelia.
Jakarta:Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta pihak rektor tak segan memecat dosen yang terbukti beridelologi radikal. Apalagi dosen tersebut diketahui bergabung dengan kelompok radikal seperti ISIS (Islamic State in Irak and Syria) dan HTI (Hizbut Tahrir Indonesia).

"Jika ada dosen-dosen terbukti kuat menjadi pengikut/anggota ormas terlarang seperti ISIS atau HTI, maka pihak pimpinan kampus wajib memecat dosen yang bersangkutan secara tegas," kata Bamsoet, di Jakarta, Selasa, 12 Juni 2018.


Politisi Partai Golkar itu menyarankan pentingnya langkah aksi penguatan kapasitas dosen. Dosen harus memiliki wawasan nusantara dan komitmen kebangsaan.

"Selain itu, mata kuliah dosen mata kuliah agama sangat penting dalam mengisi wawasan keagamaan mahasiswa," jelas Bamsoet.

Terutama kualifikasi utama dosen agama yang boleh mengajar di kampus adalah berwawasan kebangsaan mahasiswa. Dan juga berwawasan kebangsaan dan mengamalkan Pancasila sebagai dasar, ideologi.

"Di samping tentu saja menguasasi disiplin ilmu agama," ucapnya.

Baca: Tokoh Bangsa dan Ulama Mesti Terlibat Atasi Radikalisme

Pihak kampus pun wajib mengaktifkan dosen sebagai penggerak wawasan ke-lndonesiaan dan kebangsaan dalam proses edukasi di kampus.

"Baik dalam kelas, ruang laboratorium, perpustakaan hingga forum diskusi informal di kantin," pungkasnya.



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id