Dirjen PAUD Dasar, Nonformal, Informal Gogot Suharwoto. Foto: Youtube Kemendikdasmen
Dirjen PAUD Dasar, Nonformal, Informal Gogot Suharwoto. Foto: Youtube Kemendikdasmen

Kemendikdasmen Rilis SEMESTA, Dorong Ribuan SMA Berbagi Praktik STEM

Ilham Pratama Putra • 29 September 2026 15:53
Ringkasnya gini..
  • Kemendikdasmen mendorong ribuan SMA saling berbagi praktik baik pembelajaran STEM.
  • Gogot Suharwoto menilai satu sekolah tidak mungkin menghasilkan seluruh inovasi pembelajaran.
  • STEM diintegrasikan dengan digitalisasi, coding, AI, dan pembelajaran mendalam untuk menyiapkan siswa adaptif.
Jakarta: Penguatan pembelajaran berbasis sains, teknologi, engineering, dan matematika (STEM) tidak cukup dilakukan melalui satu sekolah atau kelompok guru tertentu. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong ribuan SMA di Indonesia saling berbagi praktik baik agar inovasi pembelajaran dapat menyebar lebih luas.

Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, mengatakan keberadaan ribuan sekolah di Indonesia dapat menjadi kekuatan untuk mempercepat pertukaran pengalaman dan inovasi dalam pembelajaran. Menurut dia, praktik baik dari satu sekolah perlu dibagikan agar dapat dipelajari dan dikembangkan sekolah lainnya.

"Karena tidak mungkin dalam satu sekolah bisa menemukan 100 atau 1.000 temuan. Tapi kalau ada 7.000 sekolah tentu ini akan mendorong percepatan pembelajaran," kata Gogot dalam peluncuran program Semarak Pembelajaran STEM untuk Semua (SEMESTA), Selasa 29 September 2026. Program SEMESTA menjadi salah satu langkah konkret untuk memperluas gerakan STEM nasional hingga tingkat sekolah menengah atas. Program tersebut didukung Direktorat SMA dan diarahkan agar gerakan STEM dapat tumbuh di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.

Gogot mengatakan gerakan STEM nasional sebelumnya telah dicanangkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai momentum untuk mendorong pendidikan yang lebih adaptif. Pembelajaran STEM diharapkan dapat membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta kemampuan memecahkan masalah.

Menurut dia, penguatan STEM juga tidak dapat berjalan sendiri. Program tersebut perlu diintegrasikan dengan berbagai program pendidikan lainnya, termasuk pembelajaran mendalam, digitalisasi pembelajaran, coding, dan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI).

"STEM dan pembelajaran dalam ini tidak berdiri sendiri-sendiri. Mereka saling mendukung, saling melengkapi dalam rangka menyiapkan anak-anak kita," ujarnya.
Ilustrasi siswa belajar_ DOK Magnific
Ilustrasi Siswa Belajar. Foto: Magnific

Integrasi berbagai program tersebut diarahkan untuk mendukung pencapaian delapan dimensi profil lulusan yang diterapkan di sekolah-sekolah Indonesia. Di samping itu, Gogot menilai sekolah perlu diberikan ruang untuk menunjukkan dan membagikan praktik baik yang telah dilakukan. 

"Dengan demikian, sekolah lain tidak harus memulai inovasi dari nol," tegasnya.

Pertukaran praktik baik tersebut juga diharapkan menciptakan proses belajar antarsekolah. Semakin banyak sekolah yang terlibat, semakin banyak pula pengalaman pembelajaran yang dapat dibagikan dan dikembangkan.

"Kalau kita sudah memberdayakan diri, sudah mengintegrasikan semua sumber daya yang kita miliki, tentu kita perlu memberikan fasilitas kepada sekolah-sekolah kita untuk memberikan tempat mereka berbagi praktik baik," jelasnya.
Menurut Gogot, pola berbagi tersebut menjadi penting karena gerakan STEM nasional tidak ditujukan hanya untuk sekolah tertentu. Semangatnya adalah membuat pembelajaran berbasis STEM dapat berkembang secara lebih luas dan merata.

Di sisi lain, pemerintah juga terus memperkuat ekosistem pendukungnya melalui digitalisasi pembelajaran. Sekolah telah mendapatkan papan interaktif digital (PID), sementara konten pembelajaran interaktif dan berbagai pelatihan guru juga disiapkan.

"Dengan pendekatan ini, STEM diharapkan tidak sekadar menjadi program pembelajaran, tetapi bagian dari upaya menyiapkan siswa yang adaptif terhadap perubahan teknologi dan mampu menghadapi persoalan di masa depan," tutup dia. 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan