Penandatanganan MoU antara UGM dan Prasetiya Mulya
Penandatanganan MoU antara UGM dan Prasetiya Mulya

Jawab Tantangan Digital, UGM dan Prasmul Luncurkan Program Baru untuk Gen Z

Citra Larasati • 24 Januari 2026 15:21
Jakarta:  Laporan terbaru ProSpace Research Institute, nilai ekonomi digital  Indonesia diproyeksikan melampaui USD 130 miliar pada 2026, atau tumbuh sekitar 25 persen  dibandingkan valuasi saat ini. Pertumbuhan ini didorong oleh akselerasi teknologi finansial, e commerce, analitik berbasis kecerdasan artifisial (AI), serta adopsi komputasi awan (cloud). 
 
Seluruh perkembangan tersebut diperkuat oleh kerangka kebijakan nasional yang berkelanjutan,  antara lain Making Indonesia 4.0 dan Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial 2020–2045, yang  semakin menegaskan posisi Indonesia sebagai pasar ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. 
 
Namun demikian, pesatnya pertumbuhan ekonomi digital belum sepenuhnya diimbangi oleh  kualitas ekosistem pendukung, khususnya dalam pengembangan talenta digital. Dibandingkan  negara seperti Singapura, Indonesia masih menghadapi tantangan dalam hal kapabilitas digital  skills dan mindset technopreneurship.

Menjawab tantangan tersebut, Fakultas STEM Universitas Prasetiya Mulya dan Fakultas  Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada secara resmi  menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Kampus UGM, Yogyakarta, pada 11 Desember 2025. Penandatanganan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat kolaborasi  akademik kedua institusi dalam pengembangan pendidikan berbasis STEM. 
 
Melalui kerja sama ini, STEM Prasmul dan FMIPA UGM mengembangkan program joint degree serta penelitian bersama yang berfokus pada penguatan kompetensi matematika, sains, dan teknologi yang terintegrasi dengan pendekatan technopreneurship. Kolaborasi ini diharapkan  dapat menghasilkan talenta digital unggul yang tidak hanya memiliki keahlian teknis yang kuat,  tetapi juga pola pikir kewirausahaan teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri dan masa depan ekonomi digital Indonesia. 
 
Dekan Fakultas STEM Universitas Prasetiya Mulya, Permata Nur, menyampaikan bahwa kerja  sama ini merupakan langkah strategis untuk menyinergikan keunggulan masing-masing institusi.  School of STEM Universitas Prasetiya Mulya mengedepankan kekuatan stempreneurship  (bisnis yang digerakkan oleh STEM), yang dibuktikan dengan sejarah panjang Prasetiya Mulya di mana  28% lulusannya tercatat telah berhasil membangun usaha, baik berupa STEM-driven  business maupun traditional business.
 
"Maka kerjasama ini  kami rancang untuk mencetak lulusan dengan DNA bisnis yang kuat, sekaligus memiliki penguasaan sains dan teknologi  yang relevan dengan kebutuhan industri. Kolaborasi dengan FMIPA UGM memperkuat kedalamam proses pembelajaran sains dan teknologi  dalam ekosistem pembelajaran kami,” ujarnya. 
 
Pada tahap awal implementasi, kerja sama difokuskan pada dua program studi strategis, yaitu  Matematika serta Rekayasa Perangkat Lunak (Digital Business Technology). Kedua bidang ini  dipilih karena perannya yang krusial dalam mendukung transformasi digital lintas sektor industri, mulai dari pengolahan data, kecerdasan artifisial, hingga pengembangan solusi teknologi berbasis bisnis. 
 
Sejalan dengan itu, Dekan FMIPA UGM, Kuwat Triyana, menegaskan bahwa kekuatan FMIPA  UGM terletak pada kualitas akademik yang tinggi dan ekosistem riset yang matang. “FMIPA UGM didukung oleh fasilitas riset yang lengkap, kurikulum yang relevan dengan  perkembangan sains dan teknologi, serta reputasi UGM sebagai universitas terkemuka. Melalui  kolaborasi ini, kami ingin membuka prospek karier yang lebih luas bagi mahasiswa, baik sebagai dosen, peneliti, maupun profesional di industri berbasis sains dan teknologi,” jelasnya. 
 
Sinergi antara kekuatan School of STEM Universitas Prasetiya Mulya yang berorientasi pada  integrasi bisnis dan teknologi, dengan keunggulan FMIPA UGM dalam penguasaan fundamental  sains, riset, dan pengembangan akademik, diharapkan mampu menciptakan talenta STEM yang  unggul secara komprehensif. Lulusan tidak hanya dibekali kemampuan analitis dan teknis yang  kuat, tetapi juga perspektif kewirausahaan, inovasi, dan kesiapan menghadapi dinamika industri  global. 
 
Melalui kerja sama strategis ini, kedua institusi menegaskan komitmennya untuk membangun  ekosistem pendidikan tinggi berbasis riset dan inovasi yang berkelanjutan, sekaligus menjawab  kebutuhan dunia usaha dan industri terhadap sumber daya manusia STEM yang kompeten,  adaptif, dan berdaya saing internasional. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan