Utamanya bagi Generasi Z, dikenal tidak menyukai birokrasi yang rumit, terutama dalam hal mendaftar pendidikan di luar negeri. Untuk mengatasi tantangan ini, Federasi Rusia telah mengambil langkah besar dengan mendigitalkan sistem penerimaan mahasiswanya.
Kini, impian belajar di Rusia dapat terwujud tanpa repot mengurus tumpukan dokumen secara manual. Andrey Omelchuk, Wakil Menteri Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan Tinggi Federasi Rusia, menekankan bahwa pemerintah sedang berupaya memangkas birokrasi tradisional yang berbelit-belit.
Calon mahasiswa internasional kini disuguhi proses yang sepenuhnya digital. “Orang-orang tidak perlu lagi mengunjungi lembaga atau kantor pemerintah. Sekitar 80 persen urusan mereka dapat ditangani secara online. Tentu saja, tujuannya adalah mencapai 100 persen,” kata Andrey dalam diskusi dengan beberapa jurnalis dan influencer yang berpartisipasi dalam ‘Study in Russia Tour’ di Moskow, Rusia, pekan lalu.
Andrey menjelaskan bahwa ekosistem digital Rusia sudah sangat berkembang. Bagi calon mahasiswa, memanfaatkan layanan publik secara online telah menjadi gaya hidup, bukan sekadar alternatif.
“Beberapa hal memerlukan tindakan proaktif, pada dasarnya hanya untuk mendapatkan persetujuan. Bagi calon mahasiswa Rusia, pendaftaran digital sudah menjadi hal yang biasa. Ini berarti 80 persen dari mereka mendaftar ke universitas dengan mengirimkan aplikasi melalui layanan publik,” tambahnya.
Platform Ru.ID untuk Mahasiswa Internasional
Kabar baiknya, kemudahan ini tidak terbatas pada warga lokal. Untuk mengakomodasi antusiasme mahasiswa dari seluruh dunia, termasuk Indonesia, Rusia telah secara resmi meluncurkan platform khusus yang memfasilitasi pendaftaran jarak jauh.“Mulai tahun ini, platform Ru.ID telah diluncurkan, sebuah sistem untuk warga negara asing. Formulir pendaftaran universitas Rusia juga telah diperbarui. Pendaftaran dapat diselesaikan sepenuhnya secara jarak jauh, dari negara asal calon mahasiswa,” jelas Andrey.

Platform Ru.id.
Langkah inovatif ini sangat relevan bagi mahasiswa Indonesia. Saat ini, terdapat sekitar 500 mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Rusia, dengan mayoritas menerima dukungan keuangan dari Federasi Rusia. Melalui sistem Ru.ID yang praktis ini, Rusia berharap dapat menarik lebih banyak talenta global untuk mengakses fasilitas pendidikan kelas dunia.
Selain menyederhanakan proses pendaftaran, Rusia juga serius membangun ekosistem akademik super modern. Sebuah proyek besar senilai sekitar USD 350 juta sedang berlangsung untuk mengembangkan sekolah-sekolah teknik terkemuka yang didukung langsung oleh perusahaan-perusahaan teknologi tinggi.
Hal ini sejalan dengan proyek raksasa untuk membangun 10 kampus baru dengan infrastruktur canggih di berbagai wilayah, mulai dari Universitas Teknik Negeri Moskow, sebuah kampus raksasa di Yekaterinburg, hingga kampus yang memadukan arsitektur modern dan abad pertengahan di Laut Baltik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News