Ilustrasi: MI/Agus Utantoro
Ilustrasi: MI/Agus Utantoro

Bukan Perkara Ijazah, Ini Alasan Lulusan Indonesia 'Tak Laku' Kerja di Luar Negeri

Ilham Pratama Putra • 08 April 2026 14:19
Ringkasnya gini..
  • Wamendiktisaintek Fauzan menyangkal jika ijazah perguruan tinggi Indonesia tidak diakui di luar negeri.
  • Ada anggapan lulusan asal Indonesia kesulitan mendapatkan kerja di luar negeri.
  • Indonesia termasuk negara yang tenaga kerja migrannya tidak banyak.
Jakarta: Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan menyangkal jika ijazah perguruan tinggi Indonesia tidak diakui di luar negeri. Sehingga lulusan asal Indonesia kesulitan mendapatkan kerja di luar negeri.
 
Ia menjelaskan kesulitan lulusan Indonesia mendapatkan kerja di luar negeri bukan soal ijazah. Tapi masalah kemampuan.
 
"Bukan tidak diakui karena memang persyaratannya tidak hanya sekedar ijazah, tetapi juga skill, budaya kerja, itu tuh. Attitude ya. Attitude saya kira ini sangat penting," kata Fauzan di Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, Rabu 8 April 2026.

Selanjutnya, kata dia, pentingnya lulusan Indonesia memiliki kemampuan yang relevan sesuai kebutuhan lapangan kerja. Sehingga pekerjaan di luar negeri yang didapatkan sesuai dengan keahlian.
 
"Sangat tergantung kepada demand dari luar negeri itu. Sehingga kita selalu mencari informasi tentang demand dari luar negeri itu dan baru kemudian kita akan komunikasi dengan perguruan tinggi," kata Fauzan.
 
Menurut dia, Indonesia termasuk negara yang tenaga kerja migrannya tidak banyak. Terlebih jika dibandingkan dengan India serta Filipina.
 
"Tentu ini persoalannya banyak, salah satunya adalah budaya luar negeri itu belum menjadi tren. Ya, maka forum ini akan kita buat, kita desain bagaimana agar kampus-kampus juga menjadikan bekerja ke luar negeri itu menjadi semangat," tutur dia.
 
Ia berharap kerja di luar negeri tidak hanya menjadi tren bagi para lulusan. Namun juga menjadi semangat baru dan memberikan wacana baru dalam mengembangkan sistem akademiknya.
 
Untuk itu Kemendiktisaintek bekerja sama dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI). Kerja sama ini guna memperkuat Career Development Center (CDC) di perguruan tinggi.
 
"Kita mencoba menghadirkan formula yang efektif untuk memassifkan apa namanya kerja luar negeri, khususnya lulusan perguruan tinggi. Kami bekerja sama dengan Kementerian P2MI, dan forum ini akan melahirkan satu konsep menuju budaya baru kerja ke luar negeri," sebut Fauzan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan