Wamendiktisaintek, Fauzan. Foto: Medcom/Ilham Pratama
Wamendiktisaintek, Fauzan. Foto: Medcom/Ilham Pratama

Sarjana Kerja di Luar Negeri Harus Jadi Tren, Kemendiktisaintek Siapkan Program CDC

Ilham Pratama Putra • 08 April 2026 13:09
Ringkasnya gini..
  • Kemendiktisaintek bekerja sama dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI).
  • Kerja sama ini guna memperkuat Career Development Center (CDC) di perguruan tinggi.
  • Kerja sama tersebut sebagai upaya untuk membuka peluang kerja bagi lulusan di perguruan tinggi dalam negeri.
Jakarta: Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) bekerja sama dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI). Kerja sama ini guna memperkuat Career Development Center (CDC) di perguruan tinggi.
 
Wamendiktisaintek, Fauzan menerangkan jika kerja sama tersebut sebagai upaya untuk membuka peluang kerja bagi lulusan di perguruan tinggi dalam negeri. Utamanya sebagau tenaga kerja terampil bekerja di luar negeri.
 
"Kita mencoba menghadirkan formula yang efektif untuk memassifkan apa namanya kerja luar negeri, khususnya lulusan perguruan tinggi. Kami bekerja sama dengan Kementerian P2MI, dan forum ini akan melahirkan satu konsep menuju budaya baru kerja ke luar negeri," sebut Fauzan di kantor Kemendiktisaintek, Rabu 8 April 2026.

Menurut dia, Indonesia termasuk negara yang tenaga kerja migrannya tidak banyak. Terlebih jika dibandingkan dengan India serta Filipina. 
 
"Tentu ini persoalannya banyak, salah satunya adalah budaya luar negeri itu belum menjadi tren. Ya, maka forum ini akan kita buat, kita desain bagaimana agar kampus-kampus juga menjadikan bekerja ke luar negeri itu menjadi semangat," tutur dia.
 
Bahkan ia berharap kerja di luar negeri tidak hanya menjadi tren bagi para lulusan. Namun juga menjadi semangat baru dan memberikan wacana baru dalam mengembangkan sistem akademiknya. 
 
Tenaga Ahli Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Nandy Setiadi Djaya Putra menambahkan CDC di perguruan tinggi juga akan melibatkan stakeholder-terkait. Mulai dari pembuat kebijakan, praktisi, hingga asosiasi.
 
"Untuk sharing mengenai pekerkerjaan itu sendiri. Jadi supaya memang lebih efisien, efektif. Lalu kita juga akan memperkuat CDC yang ada, selain untuk yang biasa kan, tapi juga akan dikembangkan untuk internasionalisasi," kata dia.
 
Di samping itu, Dirjen Dikti, Khairul Munadi menerangkan penguatan CDC diyakini dapat meningkatkan relevansi dan keterserapan lulusan di dunia kerja. Menurutnya ada peluang yang sangat besar SDM Indonesia di luar negeri.
 
"Ternyata di tingkat global itu banyak kekurangan skill workers atau istilahnya talent storage gitu ya. Nah, sementara di perguruan tinggi itu merupakan sentra untuk kita menyiapkan talenta-talenta yang dibutuhkan. Nah, tapi selaras dengan kita memenuhi kebutuhan di domestik, kenapa kemudian kita tidak memanfaatkan juga peluang yang ada di luar negeri, dalam hal ini ya kita menyiapkan talenta global" ungkap dia.
 
Dampak CDC kata dia juga tak akan terhenti pada keterserapan lulusan di lapangan kerja. Tapi juga akan memberikan dampak kepada pengembangan SDM hingga ekonomi dalam negeri
 
"Karena banyak sekali dampak yang bisa dihasilkan, selain nanti aspek brain circulation, juga apa namanya peningkatan ekonomi dan sebagainya. Nah, untuk itu kita ingin menguatkan sumber daya yang sudah ada di perguruan tinggi, yaitu pusat karir yang selama ini ada," tutup Khairul Munadi.
 
Baca juga:  Segini Gaji Pensiun PNS Tertinggi 2026

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan