Mendikbudristek, Nadiem Makarim. Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan
Mendikbudristek, Nadiem Makarim. Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan

Nadiem Minta Sekolah Andalkan SIPLah Saat Belanjakan Dana BOS

Ilham Pratama Putra • 01 September 2021 12:30
Jakarta: Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim meminta agar satuan pendidikan memanfaatkan platform SIPLah ketika berbelanja. Terlebih ketika berbelanja menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan BOP Kesetaraan.
 
Menurut Nadiem berbelanja kebutuhan sekolah melalui SIPLah akan lebih baik. Sehingga sekolah semakin aman berbelanja dan penyedia barang dan jasa pun nyaman dalam berjualan.
 
“Penggunaan platform SIPLah ini mendorong digitalisasi dan mendorong penggunaan dana BOS menjadi jauh lebih efisien dan transparan,” ungkap Nadiem dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR, Selasa 31 Agustus 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada kesempatan yang sama, anggota DPR Komisi X dari Fraksi Partai Nasdem, Rian Firmansyah, mendorong Kemendikbudristek untuk terus meningkatkan jumlah sekolah yang menggunakan platform SIPLah. Utamanya pada proses pengadaan barang.
 
“Kami mendorong agar mekanisme pengadaan barang menggunakan SIPLah, dan ini tidak hanya di sekolah saja namun agar lebih luas lagi penggunaannya, karena menjadi lebih efisien dan transparan,” ujar Rian.
 
Diketahui, sejak peluncurannya di 2019, telah tercatat nilai transaksi di SIPLah mencapai Rp12,6 triliun. "Lebih dari satu juta transaksi telah dilakukan melalui SIPLah, dan jumlah nilai transaksi sebesar Rp12,6 triliun," kata Nadiem dalam Merdeka Belajar episode 12: Sekolah Aman Berbelanja bersama SIPLah, Kamis, 26 Agustus 2021.
 
Baca juga:  Nadiem: Ada Oknum Intimidasi Kepala Sekolah Pakai Dana BOS
 
Nadiem pun mengungkapkan, jika jumlah sekolah yang menggunakan SIPLah terus bertambah. Pertumbuhan penggunaan SIPLah dinilai cukup signifikan dari 2019.
 
Pada empat bulan pertama, pengguna SIPLah diketahui sebanyak 1.531 sekolah. Dan kini, pengguna SIPLah telah hampir 150 ribu pengguna.
 
"Bahwa 146.961 sekolah sudah menggunakan SIPLah dan pertumbuhan ini eksponensial," ujar Nadiem.
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif