Irjen Kemendikbud, Chatarina Muliana Girsang. Zoom
Irjen Kemendikbud, Chatarina Muliana Girsang. Zoom

Hasil Evaluasi Itjen Kemendikbud: Program Organisasi Penggerak Dapat Dilanjutkan

Pendidikan Kebijakan pendidikan Merdeka Belajar
Ilham Pratama Putra • 13 November 2020 14:48
Jakarta: Inspektorat Jendral (Itjen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah melakukan evaluasi terhadap Program Organisasi Penggerak (POP). Hasilnya, POP dapat dilanjutkan dan bisa berjalan pada 2021.
 
"Dari surat korespondensi internal yang beredar, saran dan rekomendasi yang disampaikan Itjen dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) kepada Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) telah ditindaklanjuti dan terpenuhi. Hasilnya, POP dapat dilanjutkan," kata Irjen Kemendikbud, Chatarina Muliana Girsang kepada Medcom.id, Jumat, 13 November 2020.
 
Dia menyebut evaluasi tersebut telah sejalan dengan ketentuan yang berlaku dan sesuai dengan keresahan masyarakat. Saat POP kembali dilanjutkan, pihaknya akan tetap mengawal program tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dalam pelaksanaan POP, Itjen akan mendampingi GTK dalam melakukan pengawasan internal agar POP tepat sasaran sesuai dengan peraturan yang berlaku," pungkas Chaterina.
 
Baca:Nadiem: Program Organisasi Penggerak Bakal Dimulai 2021
 
Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memutuskan untuk POP yang sedianya mulai berjalan tahun ini harus ditunda ke tahun 2021.
 
"Setelah kami evaluasi selama satu bulan kami memutuskan karena ada beberapa faktor untuk menunda program POP untuk tahun 2020, jadinya program POP itu akan mulai di tahun 2021," kata Nadiem dalam rapat kerja Komisi X DPR secara virtual, Kamis 27 Agustus 2020.
 
Dia menyebut, evaluasi ini berdasarkan rekomendasi yang diberikan oleh berbagai pihak. Utamanya organisasi masyarakat besar seperti Pengurus Besar Nadlatul Ulama (PBNU), Muhammadiyah dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).
 
"Jadi masih akan jalan tapi dengan memberikan kita waktu untuk melakukan berbagai macam penyempurnaan yang sebagian direkomendasikan oleh organisasi-organisasi masyarakat," tutup Nadiem.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif