Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Kemenag, M. Isom Yusqi. Foto: Dok Kemenag
Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Kemenag, M. Isom Yusqi. Foto: Dok Kemenag

Terima Bantuan Rp3,7 T dari World Bank, Kemenag Bakal Benahi Madrasah

Pendidikan Bank Dunia kementerian agama dana hibah Madrasah Kemenag
Ilham Pratama Putra • 16 Desember 2021 14:15
Jakarta: Kementerian Agama (Kemenag) mendapatkan suntikan dana sebesar Rp3,7 triliun dari Bank Dunia (World Bank). Suntikan dana tersebut merupakan hasil dari kerja sama Kemenag dan World Bank dalam program Madrasah Reform Realizing Education's Promise and Madrasah Education Quality Reform (REP-MEQR).
 
"Madrasah di bawah Kemenag sekarang lagi berbenah karena kita mendapatkan bantuan dari bank dunia sebesar Rp 3,7 triliun," jelas Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Kemenag, M. Isom Yusqi dalam Diskusi Publik Akreditasi Sekolah Madrasah, Kamis 16 Desember 2021. 
 
Program ini difokuskan untuk membenahi madrasah dari empat sisi. Pertama adalah membenahi rencana anggaran keuangan madrasah, di mana saat ini Kemenag telah membuat suatu sistem e-RKAM.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi e-RKAM ini akan membenahi tata kelola madrasah. Mulai perencanaan sampai pelaksanaan dan pelaporan, semua diatur di e-RKAM sehingga semua sudah berbasis paperless, kita langsung upload-upload saja," ujarnya.
 
Kemudian, pembenahan pendataan madrasah yang sekarang sudah diselesaikan melalui Education Management Information System (EMIS). Lewat EMIS, data-data siswa madeasah yang inklusif dari berbagai daerah pun sudah tertata rapi.
 
"Di EMIS juga akan memperbaiki seluruh sistem rapor untuk serba elektronik. Ketiga adalah PKB, program keprofesian berkelanjutan untuk para guru agar dia bisa meng-upgrade dirinya ditingkat pembelajaran," terang Isom.
 
Baca juga:  Meski Ada Asesmen Nasional, Akreditasi dari BAN SM Tetap Jadi Barometer Utama
 
Kemudian pihaknya juga melakukan pemetaan pendidikan madrasah di Tanah Air melalui AKMI (Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia). Untuk pilot project, pihaknya telah melakukan asesmen untuk jenjang MI di kelas 4 dan akan dilangsungkan secara rutin dan menyeluruh untuk tiap jenjang per tahunnya.
 
"Yang diasesmen untuk kelas empat, supaya tujuannya perbaikan dua tahun di kelas lima dan kelas enam. Dari hasil itu, ternyata memang yang lemah lagi-lagi sama dengan skor PISA, yaitu di numerik dan literasi sains, baca juga," imbuhnya.
 
Kata dia, proyek bersama World Bank ini akan selesai di 2024. "Setelahnya semoga infrasturktur sudah mapan, kita bisa take off dengan tata kelola, kemampuan guru, keandalan data dan pemetaan kompetensi secara nasional," pungkas Isom.

 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif