Mendikbud, Nadiem Makarim. Foto: Medcom.id/ilham Pratama
Mendikbud, Nadiem Makarim. Foto: Medcom.id/ilham Pratama

Nadiem: NU, Muhammadiyah, PGRI Insyallah Kita Bersatu Lagi

Pendidikan Kebijakan pendidikan Merdeka Belajar
Ilham Pratama Putra • 30 Juli 2020 18:05
Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim tengah berupaya membuat LP Ma'arif Nahdatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) bergabung kembali ke dalam Program Organisasi Penggerak (POP). Ia pun mengaku optimistis ketiga ormas tersebut mau bergabung kembali bersama POP, terlebih lagi setelah pihaknya akan melakukan evaluasi dan perbaikan.
 
Sebelumnya, ketiga organisasi tersebut menyatakan mundur dari POP milik Kemendikbud. Beberapa hari belakangan ini pun Nadiem meluncurkan berbagai upaya untuk membuat ketiga ormas besar tersebut membatalkan niat mundurnya dari POP.
 
Mulai dari menyampaikan permintaan maaf melalui video, mendatangi para petinggi ormas secara langsung, hingga mendatangi sekolah yang dinaungi ormas tersebut. Nadiem berharap ketiga organisasi itu melunak dan bakal kembali ke POP.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami berharap NU, Muhammadiyah, PGRI, untuk bisa mendukung program ini dan memberikan masukan bagaimana untuk menyempurnakan program ke depan. Jadi insyaallah kita bisa bersatu lagi, dan menjadikan mimpi anak bisa kita menjadi penerus bangsa jadi realita," ujar Nadiem di SMP Muhammadiyah, Kamis 30 Juni 2020.
 
Baca juga:Nadiem Bakal Verifikasi Ulang Ormas yang Lolos POP
 
Nadiem pun bakal menjalankan rekomendasi dari NU maupun Muhammadiyah untuk melakukan evaluasi secara penuh. Bahkan dia menyebut 156 ormas yang telah lolos bakal diverifikasi ulang.
 
"Kami sedang evaluasi dan berjalan dalam tiga sampai empat minggu. Kami akan recheck lagi, untuk memastikan setiap organisasi yang sudah diverifikasi untuk direverifikasi, memastikan bahwa mereka itu organisasi yang kredibel, dengan integritas yang tinggi, dengan values yang baik," ujar Nadiem.
 
Mengenai usulan PGRI yang meminta POP ditunda, dan dananya dialihkan untuk optimalisasi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), Nadiem juga bakal mempertimbangkannya. Namun terlebih dahulu pihaknya bakal melihat efisiensi dana yang bakal digunakan dalam POP.
 
Bahkan pihaknya bakal melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam evaluasi POP. Hal ini guna menjaga POP dapat berjalan dengan efektif meski di tengah pandemi covid-19.
 
Artinya, tidak ada ormas yang benar-benar aman meski telah lolos POP. Di minggu terakhir evaluasi, Kemendikbud akan memberikan pengumuman kembali terkait peserta yang lolos POP pascaverifikasi ulang.
 
"Kami akan memberi jawaban apakah perlu timing-nya ditunda atau tidak. Apakah kita masih jalan atau tidak. Tapi yang pasti program ini harus maju ke depan, karena banyak semangat yang sudah lolos. Tapi kami di Kemendikbud sangat penting untuk belajar dari pergerakan pendidikan," pungkas Nadiem.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif