Awal Mula Turunnya Wahyu
Peristiwa turunnya Al-Qur'an dikenal dengan istilah Nuzulul Qur'an. Wahyu pertama kali menyapa Rasulullah SAW saat beliau sedang ber- uzlah (mengasingkan diri untuk beribadah) di Gua Hira, Bukit Jabal Nur.Peristiwa bersejarah ini terjadi pada 17 Ramadan 610 Masehi, saat Rasulullah SAW genap berusia 40 tahun. Surah pertama yang diturunkan adalah Surah Al-Alaq ayat 1-5, yang dimulai dengan perintah "Iqra" (Bacalah). Momen ini sekaligus menandai awal masa kenabian Muhammad SAW.
Dua Tahap Penurunan Al-Qur’an
Secara garis besar, proses turunnya Al-Qur'an dibagi menjadi dua tahap utama:
Tahap Pertama: Al-Qur'an diturunkan secara utuh dan lengkap dari Lauhul Mahfuz ke Baitul Izzah (langit dunia). Peristiwa ini terjadi pada malam Lailatul Qadar, sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-Qadr ayat 1.
Tahap Kedua: Dari Baitul Izzah, Al-Qur'an diturunkan kepada Rasulullah SAW secara berangsur-angsur melalui perantara Malaikat Jibril. Proses ini berlangsung selama kurang lebih 23 tahun, menyesuaikan dengan peristiwa atau kebutuhan yang dialami Rasulullah SAW.
Tiga Periode Dakwah Al-Qur’an
Penurunan Al-Qur'an yang berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad SAW dibagi menjadi tiga periode utama:
Periode Pertama (4-5 tahun): Wahyu pada masa ini fokus pada pembentukan kepribadian Rasulullah, pengetahuan dasar ketuhanan, dan penguatan akhlak bagi masyarakat Muslim awal.
Periode Kedua (8-9 tahun): Ayat-ayat yang turun pada masa ini berfungsi untuk memblokade dan menjawab paham-paham jahiliah yang menentang dakwah Islam.
Periode Ketiga (10 tahun): Masa ini menandai puncak prestasi dakwah Islam hingga turunnya ayat terakhir, yakni Surah Al-Baqarah ayat 281.
Allah SWT tidak menurunkan Al-Qur’an sekaligus dalam satu waktu. Sesuai dengan Surah Al-Isra ayat 106, tujuannya adalah agar Rasulullah SAW dapat membacakannya kepada manusia secara perlahan dan bertahap, sehingga pesan-pesannya lebih mudah dipahami, dihafal, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kini, setiap tanggal 17 Ramadan, umat Islam di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia memperingati malam Nuzulul Qur'an sebagai bentuk penghormatan atas turunnya cahaya kebenaran yang membedakan antara yang hak dan yang batil.
(Fany Wirda Putri)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News