Rinciannya, 1.777.571 peserta moda daring dan 158.207 peserta moda semi daring. Peserta berasal dari 33.349 sekolah penyelenggara moda daring serta 2.451 sekolah penyelenggara moda semi daring.
Pelaksanaan TKA didukung oleh 24.195 pengawas, bersama dengan 2.345 penyelia dari unsur Dinas Pendidikan Provinsi dan Kantor Wilayah Kementerian Agama, serta 42.852 proktor moda daring dan 3.188 proktor moda semi daring yang memastikan jalannya asesmen di masing-masing satuan pendidikan.
“Secara keseluruhan, pada TKA hari pertama dan kedua ini, sistem berjalan sangat stabil dan terkendali. Partisipasinya sangat tinggi, kuatnya dukungan pemangku kepentingan lain, serta mekanisme pengendalian yang kita lakukan juga berjalan efektif,” ujar Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM), Toni Toharudin, dalam keterangan tertulis dikutip Rabu, 8 April 2026.
Toni mengatakan TKA menggunakan skema soal berbasis daerah dengan variasi jauh lebih banyak dibandingkan dengan soal terpusat. Sehingga, meminimalkan potensi kebocoran dan meningkatkan keandalan hasil asesmen.
“Keterlibatan berbagai unsur ini menjadi faktor penting dalam menjaga agar pelaksanaan TKA dapat berlangsung secara tertib, terjaga integritasnya, serta sesuai dengan standar yang telah ditetapkan,” ujar dia.
TKA jenjang SMP dilaksanakan pada 6-16 April 2026, yang dibagi ke dalam empat gelombang untuk satuan pendidikan formal serta satu gelombang untuk pendidikan kesetaraan.
“Tentunya pendekatan yang kita lakukan ini memastikan bahwa standar pelaksanaan yang sama di seluruh wilayah Indonesia, juga sekaligus memberikan banyak fleksibilitas terhadap persiapan dari satuan pendidikan melalui sistem gelombang ini,” ujar Toni.
Pelaksanaan TKA dirancang berlangsung selama dua hari untuk setiap gelombang. Pada hari pertama, peserta akan melalui 10 menit latihan, 75 menit tes Matematika dan Numerasi, serta 20 menit survei karakter.
Kemudian pada hari kedua, peserta akan mengerjakan 10 menit latihan, 75 menit tes Bahasa Indonesia dan Literasi, serta 20 menit survei lingkungan belajar.
Kemendikdasmen mengoperasikan posko pemantauan pusat (command center) serta posko pendampingan di daerah untuk mendukung kelancaran pelaksanaan. Posko berfungsi memberikan dukungan teknis maupun nonteknis secara cepat dan terkoordinasi kepada satuan pendidikan serta peserta didik.
Toni menegaskan Kemendikdasmen akan terus melakukan pemantauan dan penyempurnaan selama pelaksanaan TKA. “Kami sangat optimistis dengan sinergi seluruh pihak. Tes Kemampuan Akademik tahun ini akan menjadi instrumen yang sangat penting untuk membangun sistem pendidikan yang lebih baik sesuai arah kebijakan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News