Pameran buku, MI/Adam Dwi.
Pameran buku, MI/Adam Dwi.

Ratusan Pendidik Dilatih Literasi Baca Tulis Nasional

Pendidikan kemampuan literasi
Intan Yunelia • 09 April 2019 16:03
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengadakan kegiatan Bimbingan Teknis Instruktur Literasi Baca-Tulis tingkat Nasional. Kegiatan ini melibatkan 120 peserta yang terdiri dari guru, pegiat literasi dan penyuluh bahasa ini bertujuan untuk menghasilkan instruktur literasi baca-tulis tingkat nasional yang andal.
 
Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Dadang Sunendar mengatakan, ratusan peserta ini diharapkan mampu memberikan pelatihan literasi ditingkat regional. Pemerintah memiliki peran penting dalam upaya membangun pendidikan karakter bangsa.
 
"Oleh karena itu, Pemerintah bersama-sama dengan masyarakat harus ikut ambil bagian dalam Gerakan Literasi Nasional untuk menciptakan ekosistem pendidikan dan kebudayaan yang berorientasi pada penumbuhan budi pekerti," kata Dadang Sunendar di Jakarta, Selasa, 9 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kegiatan ini sejalan dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 4 ayat (5). Dalam pasal tersebut, upaya mencerdaskan bangsa dilakukan melalui pengembangan budaya baca, tulis, dan hitung bagi segenap warga masyarakat.
 
'Gerakan Literasi Sekolah' dengan tema 'Bahasa Penumbuh Budi Pekerti' ini merupakan implementasi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. "Peraturan ini menginisiasi kegiatan membaca bagi siswa selama lima belas menit sebelum masuk ke kegiatan belajar-mengajar. Hal ini merupakan bagian penting dari permulaan penumbuhan budaya literasi," ujar Dadang.
 
Baca:Banyak Negara Gagal Terapkan Literasi Digital
 
Sementara itu, Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Kemendikbud, Gufran Ali Ibrahim mengatakan, kegiatan ini akan membekali peserta dengan pemahaman dan pelatihan tentang literasi baca-tulis (baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat).
 
Termasuk juga pemahaman berbagai macam jenis teks dan menulis kreatif, serta berlatih Bernalar Aras Tinggi (BAT). "Jadi, kegiatan Bimbingan Teknis Instruktur Literasi Baca-Tulis Tingkat Nasional ini akan dilaksanakan selama tujuh hari ke depan. Ini merupakan tahap awal dari rangkaian kegiatan bimbingan teknis literasi baca-tulis yang dilaksanakan oleh Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kemendikbud," tutur Ali.
 
Baca:Kemampuan Literasi Kunci Anak Hadapi Abad 21
 
Kegiatan Bimbingan Teknis Instruktur Literasi Baca-Tulis Tingkat Nasional ini melibatkan beberapa praktisi, akademisi, dan tokoh literasi. Dari 120 orang peserta Bimbingan Teknis Instruktur Literasi Baca-Tulis Tingkat Nasional ini akan dipilih 30 peserta terbaik untuk melatih para fasilitator literasi baca-tulis di enam regional.
 
Keenam regional ituadalah regional Sumatra, Kalimantan, Jawa, Bali-NTT-NTB, Sulawesi-Maluku, dan Papua.
 
Setelah itu, instruktur maupun fasilitator literasi baca-tulis tersebut melakukan praktik baik berliterasi baca-tulis secara masif di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat di daerahnya masing-masing. "Tentu saja bekerja sama dengan Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra serta 30 Balai/Kantor Bahasa di daerah," tutupnya.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif