Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Taman Siswa: Merdeka Belajar Milik Semua Anak Indonesia

Pendidikan Kebijakan pendidikan Merdeka Belajar
Ilham Pratama Putra • 16 Juli 2020 13:17
Jakarta: Jargon Merdeka Belajar yang digaungkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim dalam sejarahnya sudah lama digagas oleh Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hadjar Dewantara. Pendiri sekolah Taman Siswa itu menyebut kemerdekaan dalam belajar sudah menjadi kepemilikan semua anak Indonesia.
 
Hal itu, disampaikan salah seorang murid Ki Hadjar Dewantara, yaitu Ki Priyo Dwiarso. Anggota Majelis Luhur Taman Siswa itu menyebut tiap anak lahir dengan rasa kemerdekaan dalam belajar.
 
"Sebetulnya jiwa merdeka itu sudah ada sejak bayi itu lahir. Selanjutnya semua anak merasakan apa yang disebutkan belajar dalam kemerdekaan, itulah yang ingin difasilitasi Ki Hadjar Dewantara," kata Ki Priyo, Rabu 15 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk itu, Ki Priyo mengatakan, seharusnya kepemilikan nama merdeka belajar tak elok untuk diperebutkan. Taman siswa sebagai tempat lahirnya Merdeka Belajar sekalipun, kata dia, tak pernah mempersoalkan kepemilikan jargon tersebut.
 
"Sekarang karena sudah ada hukum hak paten. Dulu kan belum ada paten-paten itu," lanjutnya.
 
Baca juga:Sekolah Cikal Patenkan 'Merdeka Belajar', Ini Jawaban Najelaa Soal Royalti
 
Yang terpenting bagi dia, adalah mewujudkan apa yang menjadi gagasan Ki Hadjar. Bahwa anak harus mendapat pendidikan yang dapat membentuk karakter.
 
"Mendidik itu adalah memberi karakter, mendidik itu memberi bekal hidup dan penghidupan. Itu pendidikan. Sekarang kan lebih ke pengajaran yang lebih kognisi tapi belum tentu aplikatif di bidang kehidupan dan penghidupan," ujarnya.
 
Sebelumnya, pendiri Sekolah Cikal, Najelaa Shihab membenarkan telah mendaftarkan nama Merdeka Belajar ke Kementerian Hukum dan HAM untuk mendapatkan paten atas nama PT Sekolah Cikal. Namun ia menegaskan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tidak perlu membayar royalti, meski menggunakan nama Merdeka Belajar sebagai program dan kebijakan.
 
“Apakah ada royalti atau kompenasi, jawabannya tidak. Tapi kalau pertanyaan (apakah dipatenkan) ya program Merdeka Belajar dalam bentuk pelatihan, penerbitan buku sudah dilakukan oleh Kampus Guru Cikal, Komunitas Guru Belajar (KGB),” tegas Najelaa dalam diskusi daring, Jumat, 10 Juli 2020.

 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif