Founder and Chairman of Singapore Intercultural School (SIS), Jaspal Sidhu. Tangkapan Layar konferensi video.
Founder and Chairman of Singapore Intercultural School (SIS), Jaspal Sidhu. Tangkapan Layar konferensi video.

Cetak Biru Pendidikan Diharapkan Memudahkan Swasta Berinvestasi

Pendidikan Kebijakan pendidikan
Muhammad Syahrul Ramadhan • 12 Mei 2020 20:59
Jakarta: Founder and Chairman of Singapore Intercultural School (SIS), Jaspal Sidhu menyampaikan dalam cetak biru pendidikan harus mengakomodasi pihak swasta bermitra dengan pemerintah mengembangkan pendidikan. Selain membantu pemerintah menyediakan akses, swasta juga bisa meningkatkan kualitas pendidikan.
 
Ia menyampaikan, selama ini sekolah swasta membantu pemerintah mengakses pendidikan ke wilayah yang tidak terjangkau, seperti real estate. Selain itu, sekolah swasta ini bisa menjadi opsi bagi orang tua yang ingin mengeluarkan biaya lebih untuk menyekolahkan anaknya di sekolah yang berkualitas.
 
"Kesediaan opsi pilihan mencegah kehilangan bakat, orang tua hari ini bersedia mengambil lebih dari penghasilan untuk pendidikan. Apalagi saat ini tidak diprediksi perlu life skill kreativitas, ketekunan," kata Jaspal dalam FGD Peran Swasta Dalam Cetak Biru Pendidikan, Selasa, 12 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jaspal menambahkan, untuk mewujudkan kemitraan tersebut pemerintah harus membuat undang-undang yang bisa menarik pihak swasta untuk berinvestasi di sektor pendidikan. Selama ini, kata dia, hal tersebut belum dilakukan.
 
"Peran pemerintah yang dicari oleh investor, pihak swasta pertama undang-undang yang mengakomodasi kita, tidak menghalangi investor, malah menarik investor dengan perencanaan cetak biru," jelasnya.
 
Baca:Cetak Biru Penting untuk Mengejar Ketertinggalan Pendidikan
 
Pemerintah juga diminta berani membuat pilot study Public Private Partnership (PPP) dari negara lain. Menurutnya, jika PPP di sektor lain lain berhasil, seharusnya sektor pendidikan juga bisa.
 
"Public Private Partnership bukan hal asing, kita lihat di sektor infrastruktur jalan tol, pariwisata, pertambangan. Dengan aspek win-win semua pihak. Public Private Partnershipsukses di sektor lain, kenapa enggak kita fokus di bidang pendidikan," ujarnya.
 
Salah satunya modelnya, kata dia, pemerintah menyediakan infrastruktur dan membiayai operasional. Kemudian, pihak swasta yang menjalankan operasional sekolah.
 
"Sudah ada contoh sukses, Singapura, disini pemerintah mempunyai aturan yang jelas, negeri dan swasta. Semua operator swasta bekerja dalam framework tersebut, tidak ada grey area," ungkapnya.
 

(AGA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif