Pernyataan ini disampaikan Atip di hadapan 1.015 peserta Konkernas II PGRI yang terdiri dari perwakilan Pengurus Besar PGRI, pengurus provinsi, kabupaten/kota, serta lembaga pendidikan PGRI dari seluruh Indonesia. Konkernas tahun ini mengusung tema “Memperkuat Silaturahmi dalam Mewujudkan Guru Bermutu, Indonesia Maju”.
Di awal sambutannya, Wamendikdasmen Atip memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PGRI yang dinilainya telah memberikan kontribusi luar biasa bagi dunia pendidikan Tanah Air. “PGRI telah memberikan peran signifikan dalam memajukan pendidikan nasional dan khususnya dalam mendukung mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua,” ujar Atip, Kamis malam, 16 April 2026.
Menurut Atip, tanpa peran organisasi guru terbesar di Indonesia ini, mustahil cita-cita pendidikan berkualitas dapat tercapai.
Wamendikdasmen juga mengajak seluruh peserta Konkernas untuk memandang profesi guru dari perspektif yang lebih tinggi. Bukan sekadar agen pembelajaran, melainkan agen peradaban.
“Jikalau bicara guru, kita bicara tentang peran mereka yang tidak terbatas sebagai agent of learning atau agen pembelajaran, tetapi mereka adalah agent of civilization. Mereka adalah aktor teladan, sentral figure yang mendidik dengan keteladanan, dengan kepribadian, dan dengan sikap-sikap yang utama. Itulah yang menjadi kunci keberhasilan pendidikan kita,” tegas Atip.
5 Program Pelatihan Strategis Kemendikdasmen
Lebih lanjut, Atip memaparkan sejumlah kebijakan strategis Kemendikdasmen untuk meningkatkan kualifikasi dan kompetensi guru secara nasional. Salah satu program unggulan adalah sistem Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi 150 ribu guru.“Sekarang ini Kemendikdasmen tengah berusaha untuk meningkatkan kualifikasi guru melalui program D4 atau S1 dengan sistem RPL yang kami buka kesempatan untuk 150 ribu guru di seluruh Indonesia. Kami juga berikan kebijakan bagaimana guru dapat meningkatkan kompetensi melalui berbagai pelatihan. Ada 5 pelatihan yang kami gelar sebagai bagian kebijakan strategis untuk tingkatkan kualifikasi dan kompetensi guru,” paparnya.
- Pelatihan Pembelajaran Mendalam: Diberikan kepada semua guru sebagai upaya mengatasi berbagai problem akademik dan pedagogik.
- Pelatihan Bimbingan Konseling (BK): Semua guru pada waktunya akan dilatih memiliki kemampuan BK dalam tugas sebagai guru wali, mendampingi murid belajar, mencapai cita-cita, serta membangun komunikasi antara murid, orang tua, dan masyarakat.
- Pelatihan STEM: Melatih guru agar dapat mengajar dengan baik dan memberikan bimbingan kepada siswa agar berkembang dalam bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika.
- Pelatihan AI dan Coding: Saat ini AI dan coding masih sebagai mata pelajaran pilihan, tetapi ke depan akan menjadi mapel wajib jika jumlah guru yang mendidik AI dan coding sudah cukup serta sarana prasarana pendukung tersedia.
- Pelatihan Bahasa Inggris untuk Guru SD: Karena tahun depan Bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib mulai dari kelas 3 SD.
“Itu semua sejalan dengan kebijakan Prabowo yang berikan perhatian tinggi terhadap kompetensi guru, terhadap kesejahteraan guru, dan itu semua pada akhirnya bermuara pada bagaimana kita punya pendidikan bermutu untuk semua dan wujudkan Asta Cita keempat dan dalam rangka mewujudkan generasi emas 2045,” ujar Atip.

Wamendikdasmen, Atip Latipulhayat di Konkernas PGRI. Foto: Medcom/Citra Larasati
Di akhir sambutannya, Wamendikdasmen menyatakan keyakinannya bahwa PGRI akan terus memainkan peran yang sangat signifikan dan menentukan dalam mewujudkan pendidikan bermutu menuju Indonesia Emas 2045.
“Saya yakin PGRI memiliki peran-peran yang sangat signifikan dan peran menentukan agar bagaimana kita bersama dapat bergandengan tangan mewujudkan pendidikan bermutu untuk Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
Dengan adanya dukungan penuh dari Kemendikdasmen melalui berbagai program pelatihan massal ini, diharapkan kualitas guru Indonesia semakin meningkat, sejalan dengan tuntutan zaman dan kebutuhan generasi masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News