Jakarta: Membangun ekosistem pendidikan yang merata di negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau jelas bukan perkara mudah. Namun, tantangan geografis inilah yang justru memicu lahirnya inovasi digital kebanggaan Tanah Air yang kini sukses mendunia.
Superaplikasi Rumah Pendidikan besutan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) baru saja dinobatkan sebagai Juara Pertama (Winner) untuk kategori e-Government dalam ajang World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2026. Ajang bergengsi ini diselenggarakan langsung oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui International Telecommunication Union (ITU) di Jenewa, Swiss.
Pencapaian ini bukan kaleng-kaleng. Rumah Pendidikan berhasil menyabet posisi puncak setelah menyisihkan 1.596 inovasi digital dari 122 negara. Kemenangan ini sekaligus menjadi pembuktian nyata bahwa transformasi digital di sektor pendidikan Indonesia sukses menjadi solusi pemerataan akses belajar bagi anak-anak di seluruh pelosok negeri.
Mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti menyampaikan apresiasi mendalam atas pencapaian ini. "Penghargaan ini kami persembahkan kepada jutaan murid, guru, tenaga kependidikan, orang tua, serta seluruh insan pendidikan di Indonesia yang setiap hari menjaga semangat belajar di berbagai penjuru negeri," ungkap Suharti di Jakarta, Jumat, 10 Juli 2026.
Menurutnya, kendala geografis justru memacu pemerintah untuk menghadirkan terobosan mutakhir yang bisa dirasakan oleh seluruh anak bangsa tanpa terkecuali.
"Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, kami meyakini bahwa tempat lahir atau tempat tinggal seorang anak tidak boleh menentukan kualitas pendidikan yang diterimanya. Atas keyakinan itulah Rumah Pendidikan dibangun sebagai ekosistem pembelajaran digital yang menghubungkan guru, murid, keluarga, sekolah, serta berbagai mitra untuk menghadirkan layanan pendidikan yang lebih inklusif, berkualitas, dan mudah diakses oleh semua."
Lebih jauh, kehadiran teknologi ini dipastikan bukan untuk menyingkirkan posisi guru di ruang kelas. Sebaliknya, platform ini dirancang untuk memperkuat peran guru sebagai sentral pembelajaran, sembari memastikan setiap siswa mendapat sumber belajar bermutu yang setara dan mendorong kolaborasi pendidikan secara nasional.
Suharti juga menekankan bahwa prestasi global ini merupakan realisasi dari visi Presiden Prabowo Subianto yang didorong melalui kepemimpinan Mendikdasmen Abdul Mu'ti untuk memperluas akses pendidikan berbasis teknologi.
“Pengakuan internasional ini semakin menguatkan komitmen kami untuk terus menghadirkan pendidikan bermutu yang dapat diakses oleh setiap anak Indonesia,” imbuhnya.
Hingga kini, superaplikasi Rumah Pendidikan telah bertransformasi menjadi platform raksasa dengan 66 layanan terintegrasi. Platform ini aktif digunakan oleh lebih dari 6,9 juta pengguna, menyediakan 4.843 sumber belajar gratis, dan sukses membantu lebih dari 104 ribu guru di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) dalam meningkatkan kualitas mengajar mereka.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti turut menyoroti rekor baru yang dicetak Indonesia dalam ajang tersebut. "Pencapaian ini menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya sejak WSIS Prizes diselenggarakan oleh ITU pada 2012, Indonesia berhasil meraih predikat Winner kategori e-Government melalui Rumah Pendidikan, sebuah inovasi digital karya anak bangsa yang dikembangkan oleh Kemendikdasmen."
Dukungan penuh juga disuarakan oleh Deputi Wakil Tetap RI/Duta Besar PTRI Jenewa, Achsanul Habib, yang memastikan pihaknya akan terus mengawal inovasi-inovasi Indonesia di forum multilateral bergengsi tersebut.
Keberhasilan Indonesia meraih predikat Winner WSIS Prizes 2026 pada kategori Action Line C7: e-Government untuk pertama kalinya sejak ajang ini diselenggarakan pada 2012 merupakan pencapaian yang membanggakan bagi dunia pendidikan nasional. Pengakuan ini menunjukkan bahwa inovasi Indonesia mampu bersaing di tingkat global sekaligus menjadi kebanggaan bagi guru, peserta didik, orang tua, dan seluruh masyarakat Indonesia.
'Pencapaian ini menegaskan bahwa teknologi dapat menjadi bagian dari solusi untuk memperluas akses, meningkatkan pemerataan kesempatan, serta menghadirkan pendidikan yang lebih inklusif dan bermutu bagi semua," ujarnya.
Penghargaan tingkat dunia ini tentu menjadi bahan bakar baru bagi Indonesia untuk terus memaksimalkan peran transformasi digital dalam sektor pendidikan. Target utamanya jelas: merealisasikan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) demi memastikan pendidikan bermutu benar-benar hadir untuk semua lapisan masyarakat.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan