Ilustrasi mudik. Foto: MI/Ramdani
Ilustrasi mudik. Foto: MI/Ramdani

Menurut Islam Pemudik Boleh Tidak Berpuasa Karena Musafir, Asalkan...

Citra Larasati • 16 Maret 2026 12:49
Ringkasnya gini..
  • Pemudik diperbolehkan untuk tidak berpuasa karena berstatus sebagai musafir atau orang yang melakukan perjalanan jauh.
  • Kemenag ingatkan pemudik yang tidak puasa untuk menjaga adab di hadapan orang yang berpuasa. Manfaatkan masjid ramah pemudik untuk istirahat.
  • Kebolehan berbuka puasa bagi musafir memiliki dasar yang kuat dalam Al-Qur'an, tepatnya pada Surah Al-Baqarah ayat 185.
Kementerian Agama (Kemenag) memberikan panduan penting bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik di bulan Ramadan 2026. Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, menegaskan, pemudik diperbolehkan untuk tidak berpuasa karena berstatus sebagai musafir atau orang yang melakukan perjalanan jauh.
 
Namun, ada adab yang harus dijaga. "Sebisa mungkin tidak makan dan minum secara terbuka di hadapan orang yang sedang berpuasa. Itu bagian dari adab dan etika yang perlu dijaga," ujar Arsad di Jakarta, dikutip dari laman Kemenag, Senin, 16 Maret 2026.

Landasan Hukum Berbuka bagi Musafir

Kebolehan berbuka puasa bagi musafir memiliki dasar yang kuat dalam Al-Qur'an, tepatnya pada Surah Al-Baqarah ayat 185. Ayat tersebut secara jelas menyebutkan bahwa orang yang sakit atau sedang dalam perjalanan diperbolehkan tidak berpuasa dan wajib menggantinya pada hari lain di luar bulan Ramadan.
 
Meski demikian, Arsad menjelaskan, tetap berpuasa saat safar memiliki keutamaan tersendiri, terutama jika kondisi fisik masih memungkinkan. "Apabila seseorang masih mampu berpuasa saat mudik, maka itu lebih baik dan memiliki keutamaan tersendiri," kata Arsad.

Teladan Rasulullah Saat Bepergian

Arsad menambahkan, anjuran ini didukung oleh sejumlah riwayat hadis yang menunjukkan bahwa Rasulullah SAW pernah tetap berpuasa dalam perjalanan. Dalam riwayat Abu Darda disebutkan bahwa dalam perjalanan yang sangat panas, tidak ada yang berpuasa kecuali Rasulullah SAW dan Abdullah bin Rawahah. Hadis tersebut diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.

Menurut Arsad, pilihan untuk tetap berpuasa atau tidak saat safar kembali pada kondisi masing-masing individu.
 
"Bagi yang sedang safar lalu tetap berpuasa, itu menjadi keutamaan tersendiri selama tidak menimbulkan kesulitan yang berat," ujarnya.

Manfaatkan Masjid Ramah Pemudik

Ia juga mengingatkan para pemudik agar tidak memaksakan diri jika merasa lelah selama perjalanan. Arsad menyarankan pemudik memanfaatkan fasilitas yang tersedia di masjid sepanjang jalur mudik.
 
"Kalau dalam perjalanan merasa lelah, jangan dipaksakan. Silakan manfaatkan masjid-masjid yang menjadi bagian dari program Masjid Ramah Pemudik sebagai tempat beristirahat," kata Arsad.
 
Dengan memahami aturan dan adab ini, diharapkan perjalanan mudik masyarakat dapat berjalan lancar sekaligus tetap menjaga kekhusyukan ibadah di bulan suci Ramadan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan