Hari Tasyrik
Hari Tasyrik

Apa Itu Hari Tasyrik? Memahami Pentingnya Tiga Hari Setelah Iduladha

Muhammad Syahrul Ramadhan • 06 Mei 2026 15:58
Ringkasnya gini..
  • Tasyrik berasal dari kata syarraqa (menjemur), merujuk pada tradisi menjemur daging kurban menjadi dendeng untuk penyimpanan jangka panjang.
  • Umat Islam dilarang berpuasa pada 11, 12, dan 13 Dzulhijjah karena hari tersebut ditetapkan Rasulullah sebagai hari untuk makan dan minum.
  • Hari Tasyrik adalah waktu yang diperbolehkan bagi umat Islam untuk melanjutkan penyembelihan hewan kurban sebagai bentuk ibadah kepada Allah.
Jakarta: Hari Tasyrik merupakan momen yang sangat istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Waktu ini jatuh selama tiga hari berturut-turut tepat setelah hari raya Iduladha (10 Dzulhijjah), yaitu pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Selain menjadi waktu untuk merayakan hari raya, Hari Tasyrik memiliki makna mendalam yang berkaitan erat dengan ibadah kurban.

Asal-Usul Penamaan Hari Tasyrik

Secara etimologi, kata Tasyrik atau tasyriq berasal dari bahasa Arab, merupakan bentuk masdar dari kata "syarraqa" yang berarti matahari terbit atau menjemur sesuatu. Kata ini juga dapat diartikan sebagai penghadapan ke arah timur atau arah sinar matahari.
 
Syekh Ibnu Manzur dalam kitab Lisan al-Arab mencatat dua pendapat utama di kalangan ulama mengenai alasan di balik penamaan ini, yang pertama yaitu pendapat bahwa  dinamakan Tasyrik karena pada hari-hari tersebut umat Islam menjemur daging kurban untuk dijadikan dendeng. Hal ini dilakukan sebagai metode pengawetan alami sebelum adanya teknologi kulkas, sehingga persediaan daging yang melimpah saat Iduladha dapat dikonsumsi dalam jangka panjang.
 
Pendapat kedua menyebutkan bahwa penamaan ini merujuk pada pelaksanaan ritual kurban yang dilakukan setelah matahari terbit.

Larangan Berpuasa dan Hari Makan-Minum

Salah satu ciri utama Hari Tasyrik adalah adanya larangan bagi umat Islam untuk menjalankan ibadah puasa. Larangan ini selaras dengan hakikat perayaan kurban, di mana umat Islam sangat dianjurkan untuk menikmati hidangan dari daging kurban.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW menegaskan larangan ini tersebut, “Tidak diperkenankan untuk berpuasa pada hari Tasyrik kecuali bagi siapa yang tidak mendapatkan hewan kurban ketika menunaikan haji.” (HR. Bukhari).
 
Rasulullah SAW juga menyebut Hari Tasyrik sebagai bagian dari hari raya umat Islam yang diperuntukkan bagi kesenangan jasmani dan rohani. Beliau bersabda bahwa Hari Arafah, hari Iduladha, dan Hari Tasyrik adalah hari raya bagi pemeluk agama Islam, serta merupakan hari-hari untuk makan dan minum (HR. An-Nasa’i).
 

Amalan Utama di Hari Tasyrik

Meskipun dilarang berpuasa, Hari Tasyrik justru menjadi waktu yang sangat produktif untuk meraih pahala melalui amalan-amalan berikut:
  • Penyembelihan Hewan Kurban: Hari Tasyrik adalah waktu yang sah bagi umat Islam untuk menyembelih hewan kurbannya bagi yang belum melaksanakannya pada tanggal 10 Dzulhijjah. Hal ini sesuai dengan perintah dalam surat Al-Kautsar ayat 2: "Maka, laksanakanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah!".
  • Memperbanyak Zikir dan Doa: Umat Islam sangat dianjurkan untuk terus mengagungkan nama Allah melalui zikir dan memanjatkan doa-doa terbaik di hari-hari mulia ini.
Dengan memahami makna Hari Tasyrik, umat Islam diharapkan dapat merayakannya dengan rasa syukur, menikmati nikmat Allah, dan tetap menjaga konsistensi dalam beribadah.
 
(Fany Wirda Putri)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA