Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Unesa Bakal Terapkan KKN MBKM dengan Bobot 20 SKS

Citra Larasati • 13 Agustus 2022 15:16
Jakarta:  Universitas Negeri Surabaya (Unesa) bakal menerapkan program Kuliah Kerja Nyata, Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (KKN MBKM) dalam waktu dekat ini. Melalui KKN MBKM, mahasiswa bisa belajar dan mengembangkan diri lebih jauh.
 
Ketua Satuan MBKM, Muhammad Sholeh mengatakan, KKN merupakan kegiatan yang tidak bisa lepas dari mahasiswa. Artinya, mahasiswa wajib mengikutinya sebagai bagian dari rangkaian tugas akademik. 
 
Materi yang didapatkan di dalam kelas bisa diimplementasikan sekaligus dibuktikan di tengah masyarakat.  Menurutnya, betapa ruginya mahasiswa yang tidak memanfaatkan program tersebut dengan baik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ditambah KKN MBKM ini berbeda dengan sebelumnya. KKN sebelumnya merupakan KKN reguler yang hanya berbobot 3 SKS, sedangkan KKN MBKM berbobot 20 SKS dan waktu pelaksanaan empat bulan.
 
Dengan waktu yang panjang tersebut diharapkan mahasiswa mampu memaksimalkan kemampuannya. Sehingga ketika mahasiswa kembali dari KKN membawa pengalaman yang luar biasa sekaligus meninggalkan kontribusi dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
 
Karena itu, ketika terjun KKN, ia meminta mahasiswa untuk benar-benar meniatkan untuk belajar bersama masyarakat. Identifikasi apa permasalahan yang ada di masyarakat. Cari tahu apa penyebabnya dan bagaimana menyelesaikannya.
 
“Duduk bersama masyarakat dan perangkat desa, diskusikan dan cari solusi bersama. Hadirkan inovasi atau terobosan sesuai bidang keahlian Anda yang benar-benar memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat,” tandasnya dalam sosialisasi KKN MBKM, dilansir dari laman Unesa, Sabtu, 13 Agustus 2022.
 
Dia menambahkan KKN dapat menjadi tidak wajib jika mahasiswa berhasil mengikuti sembilan topik program MBKM yang lain seperti kampus mengajar, MSIB (Magang dan Studi Independen Bersertifikat), pertukaran mahasiswa, dan lain-lain. Dengan catatan mahasiswa harus mengkonfirmasikan kepada kepala program studi ketika sudah lolos salah satu program tersebut.
 
Ada beberapa skema kuliah yang bisa ditempuh mahasiswa. Pertama, skema 5-1-2 maksudnya 5 semester mahasiswa belajar di dalam prodi, satu semester belajar di dalam kampus di luar prodi, dan dua semester belajar di luar kampus. Kedua, skema 6-0-2 yang maksudnya mahasiswa menghabiskan 6 semester di dalam prodi dan 2 semester di luar prodi.
 
Yoyok Prasetyo dari Pusat Pengembangan Teknologi Informasi (PPTI) melanjutkan pendaftaran KKN MBKM bisa melalui Melisa (Sistem Informasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka) dengan memilih SIM KKN, kemudian mendaftar hingga muncul keterangan telah terdaftar. Yoyok menegaskan untuk memprogramkannya ini tidak perlu melalui KRS di Siakadu melainkan langsung di Melisa.
 
Setelah mendaftar, mahasiswa akan diarahkan untuk memilih tema dan kelompok KKN, masing-masing kelompok terdiri atas maksimal 15 mahasiswa. Setelah mendapat kelompok mahasiswa dapat mengakses informasi dan memilih progres untuk mengisi progres jalannya program KKN serta mengunggah dokumen-dokumen pendukung.
 
Sosialisasi KKN MBKM ditutup dengan tanya jawab dan sharing session bersama Dr. M. Jacky. Para peserta baik dari mahasiswa, dosen, kaprodi dan lain-lain mengutarakan berbagai hal terutama rintangan yang dihadapi. Mereka mengungkapkan keluh kesah dan kendala yang ada disambut solusi dan pencerahan dari narasumber.
 
Tidak lupa narasumber juga mengingatkan bahwa setelah mahasiswa melakukan pemrograman KKN harus mengikuti Penlat sesuai yang dijadwalkan di mana hal ini akan memberikan bekal bagi mahasiswa dalam menjalankan KKN MBKM. 
 
Baca juga:  Menuju PTNBH, Unesa Percepat Kenaikan Jabatan Fungsional Dosen

 
(CEU)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif